Jakarta - Partai NasDem baru saja menggelar Rakorsus di Hotel Mercure Ancol tanggal 21-24 Mei 2017. Rakorsus ini dihadiri pengurus inti Partai NasDem, dari 34 wilayah provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota di Indonesia. Rakorsus merupakan bagian konsolidasi partai untuk menghadapi dua agenda politik, yakni Pilkada Serentak 2018 dan persiapan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif pada 2019. Sementara itu, tiga agenda besar yang dibahas dalam Rakorsus meliputi kesekretariatan, pengelolaan keuangan partai, dan persiapan verifikasi. Joice Triatman, Wakil Bendahara DPP Partai NasDem menjelaskan, agenda Rakorsus ini NasDem sejak awal memang di-set-up sebagai partai yang transparan, akuntabel dan professional dalam pengelolaan dana bantuan partai politik. “Selama ini salah satu hal paling penting yang membuat rakyat tidak percaya kepada partai politik adalah keterbukaan partai terkait dengan keuangan. Padahal Negara juga turut menyumbang dalam pembiayaan partai politik walau hal itu masih kecil. Sumbangan Negara itu merupakan konversi dari jumlah suara yang diperoleh partai saat mengikuti pemilu," terang Joice. Joice menambahkan, langkah ini dilakukan NasDem sebagai upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga partai politik. Sebab partai politik merupakan pilar penting bagi demokrasi dan juga untuk membangun bangsa dan negara. “Kita di DPP, periksa secara serius bagaimana dana banpol itu dikelola agar sesuai aturan seperti, sebesar 60% dana Banpol harus dialokasikan untuk melakukan pendidikan politik terhadap masyarakat. Adapaun bentuk pendidikan politik tersebut bisa berupa seminar, lokakarya, workshop dan pengkaderan di internal partai. 40% dana Banpol dipergunakan untuk operasional kantor partai yaitu bisa untuk membiayai kebutuhan kesekretariatan partai," paparnya.