Aleg NasDem Selenggarakan Workshop Keterampilan Komunikasi Publik

31 AGUSTUS 2015, 10:28:05 WIB 2 MENIT BACA 1144

Jakarta – Disela kerja kelegislatifannya di DPR RI, Viktor Laiskodat, Johny G Plate dan kawan-kawan juga menyempatkan diri meningkatkan kemampuan individualnya.  Salah satu kemampuan yang diasah kali ini adalah keterampilan mengelola komunikasi publik.

Media Center Fraksi Partai NasDem yang didapuk sebagai penyelenggara kegiatan mengundang jurnalis senior, Suryopratomo dan Fifi Alyda Yahya sebagai pembicara. Acara yang diselenggarakan dalam suasana yang santai di ruang rapat Fraksi NasDem, kompleks parlemen, Senayan (28/8) ini diikuti oleh 16 orang anggota dewan Partai NasDem termasuk Kurtubi yang sudah dikenal publik sebagai ahli energi.

Ketua Fraksi NasDem yang juga turut hadir dalam workshop public speaking ini menyampaikan pentingnya workshop untuk membekali para anggota dewan dalam menghadapi media. Untuk itu Dia meminta workshop yang demikian ini tidak hanya diselenggarakan sekali-dua. Melainkan harus berkesinambungan.

News Anchor senior Fifi Aleyda Yahya sebagai pembicara utama dalam workshop menyampaikan sejumlah materi yang diperlukan anggota dewan dalam menghadapi media. Khususnya terkait wawancara door stop yang sering dilakukan oleh kalangan jurnalis.

Fifi yang juga mengasuh acara dialog di salah satu TV Nasional menekankan bahwa antara anggota dewan dan media massa terdapat hubugan yang saling membutuhkan.

“Anda adalah narasumber penting bagi media untuk mengisi rubrik atau program yang ada. Dan sebaliknya Media adalah sarana penting untuk mengkomunikasikan pesan-pesan Anda kepada publik dan pemangku kepentingan,” ujar lulusan UI ini

Lebih jauh, Fifi menyampaikan sejumlah strategi yang dapat dipakai anggota dewan untuk memahami dan mengelola media massa. 

Setelah sebelumnya memaparkan cara kerja jurnalis terhadap narasumbernya yang berprinsip 5F; Fast (kecepatan), Factual (berdasarkan fakta), Frank(jujur), Fair (perlakuan adil) dan Friendly (ramah).

Sebelum mengakhiri workshop dengan simulasi doorstop, Fifi menyampaikan bahwa seseorang baru bisa menjadi media darling apabila jurnalis mengenalnya sebagai orang yang available (mudah dihubungi), reliable (dapat dipercaya), dan credible (kredibilitas).

“Jadilah narasumber yang berharga dengan mengembangkan profesionalitas, respek, dan saling percaya,” ujar Fifi sambil bersiap mengarahkan simulasi.