BATUSANGKAR (31 Mei): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, M Shadiq Pasadigoe, menegaskan bahwa anak-anak Indonesia tidak boleh kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan akibat keterbatasan ekonomi maupun dampak bencana. Begitu pula dengan kerusakan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi yang terdampak banjir lahar dingin tahun 2024, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian.Hal tersebut disampaikan Shadiq saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan dialog bersama masyarakat di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Jumat (29/5/2026).Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar yang dijamin oleh konstitusi dan harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pemerintah harus memastikan tidak ada anak yang terpaksa berhenti sekolah akibat kendala ekonomi maupun kondisi lingkungan yang terdampak bencana.“Anak-anak tidak boleh putus sekolah. Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Begitu juga dengan irigasi pertanian yang rusak akibat banjir lahar dingin tahun 2024. Jangan terlalu lama dibiarkan karena menyangkut kehidupan petani dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Shadiq.Anggota komisi XIII DPR RI itu juga meminta kementerian dan lembaga terkait untuk segera mempercepat penyelesaian perbaikan jaringan irigasi yang hingga kini masih mengalami kerusakan, terutama di wilayah Lima Kaum dan kawasan terdampak lainnya di Kabupaten Tanah Datar.Menurutnya, lambatnya penanganan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat dapat berdampak pada pemenuhan hak-hak warga negara, termasuk hak memperoleh pendidikan, hak untuk bekerja, dan hak meningkatkan taraf hidup yang layak.“Negara harus hadir. Infrastruktur pertanian yang rusak harus segera diperbaiki agar masyarakat bisa kembali berproduksi secara normal dan perekonomian daerah dapat pulih dengan baik,” ujar legislator NasDem dari Dapil Sumatra Barat I (Kabupaten Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, Kota Padang, Padang Panjang, Pariaman, Sawahlunto, dan Solok) itu. Pada kesempatan yang sama, Wali Nagari Lima Kaum, Fadly Tarmizi, menyampaikan apresiasi kepada M. Shadiq Pasadigoe yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Tanah Datar.Menurut Fadly, banyak masyarakat yang merasakan langsung kepedulian M. Shadiq Pasadigoe terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Bahkan, siswa-siswa berprestasi pada masanya pernah mendapatkan penghargaan dan kesempatan mengikuti program kunjungan pendidikan ke Malaysia sebagai bentuk motivasi untuk terus berprestasi.“Bagi kami, beliau adalah salah satu tokoh pendidikan di Tanah Datar. Banyak anak-anak yang mendapat perhatian dan dukungan untuk melanjutkan pendidikan. Beliau selalu mendorong generasi muda agar memiliki cita-cita tinggi dan terus belajar,” ujar Fadly.Fadly juga mengungkapkan bahwa saat menempuh pendidikan di Bandung, dirinya pernah memperoleh bantuan dan dukungan dari M. Shadiq Pasadigoe sehingga dapat menyelesaikan studinya dengan baik.Selain itu, ia mengenang kedekatannya dengan keluarga M. Shadiq Pasadigoe. Menurutnya, ia telah mengenal almarhumah Nabila, putri M. Shadiq Pasadigoe, sejak duduk di bangku sekolah dasar.“Atas nama pribadi dan masyarakat Lima Kaum, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, bantuan, dan pengabdian Shadiq kepada masyarakat. Kami mendoakan beliau selalu diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta kekuatan dalam menjalankan amanah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tuturnya.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Nagari Cubadak, Angger Prawito, serta akademisi dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Cardinal C. Putra.Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari persoalan pendidikan, pertanian, infrastruktur, hingga upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.Masyarakat berharap perhatian pemerintah pusat terhadap perbaikan sarana pendidikan dan infrastruktur pertanian dapat terus ditingkatkan sehingga kesejahteraan masyarakat Tanah Datar dapat terwujud secara lebih baik dan berkelanjutan. (Tim Media Shadiq/*)