Anggota DPR Tinjau Harga Sembako di Palangka Raya

17 MEI 2017, 04:40:44 WIB 2 MENIT BACA 934
Palangka Raya - Menjelang bulan Ramadhan dan lebaran dari tahun ke tahun selalu diwarnai kenaikan harga-harga sembilan bahan pokok (sembako). Tak sedikit kenaikan harga tersebut memberatkan masyarakat, bahkan memicu inflasi di daerah. Hal ini disebabkan ketersediaan barang di pasaran yang terbatas, sedang permintaan terus meningkat. Melihat kondisi tersebut, di sela-sela kunjungan kerja ke daerah pemilihannya di Kalimantan Tengah, anggota Komisi IV DPR RI Hamdhani, menyempatkan meninjau ketersediaan Sembako di Pasar Kahayan di Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (10/5/2017). "Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok bagi warga Kota Palangka Raya dan sekitarnya di pasar ini cukup. Dengan demikian, kenaikan harga barang kemungkinan tidak akan terjadi," ujar politikus Partai NasDem ini. Menurut penelusuran Hamdhani, meski terjadi kenaikan pada beberapa barang kebutuhan pokok, secara umum harga di pasar Palangka Raya masih cenderung stabil. Demikian pula dengan ketersediaan barang. "Seperti bawang putih diakui pedagang sudah naik harga sebesar Rp10 ribu dari sebelumnya. Begitu juga dengan harga daging ayam, tapi tidak signifikan. Yang penting stok terjaga," terang Hamdhani. Sehari sebelumnya, Hamdhani juga mengecek langsung gudang Bulog Kalteng guna memastikan stok beras dan gula mencukupi kebutuhan warga Bumi Tambun Bungai. Di tempat ini, Hamdhani disambut Wakil Kepala Bulog Palangka Raya dan jajaran. Hamdhani juga bertemu dengan sejumlah tim satuan tugas pangan yang di antaranya terdiri anggota Polda Kalteng. Dari hasil pantauan tersebut, Hamdhani mendapati keterangan stok beras di Kalteng mencapai lebih dari 11 ribu ton. Bulog memastikan stok beras itu aman untuk kebutuhan Kalteng hingga 7 bulan ke depan. Selain beras, Bulog Kalteng juga menyimpan stok gula sebanyak 350 ton lebih. Stok tersebut tersebar di semua gudang Bulog di Kalteng. "Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua kebutuhan masih dalam rentang aman," ujarnya.