APA Memperkuat Indonesia di Kawasan Asia

24 AGUSTUS 2015, 03:09:06 WIB 2 MENIT BACA 1297

Jakarta - Pertemuan  Asian Parlementary Assembly (APA) 2015 yang berlangsung pada 19 - 20 Agustus 2015 kemarin, dengan tema “Linking Economic Growth to Sustainable Development Goals for Peace and Prosperity,” memiliki arti penting bagi Indonesia sebagai tuan rumah penyelanggaran acara tersebut.

Anggota BKSAP DPR dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, mengatakan dilaksanakan acara tersebut di Jakarta, secara tidak langsung dapat memperkuat positioning Indonesia sebagai suatu bangsa yang penting di regional Asia.

“Apalagi, saat ini kondisi ekonomi global yang sedang tidak membaik. Maka sangat diperlukan hubungan kerjasama yang erat antara negara-negara di dalam satu kawasan, khususnya kawasan Asia,” tegasnya.

Amel meyakini acara ini dapat memperat hubungan kerja sama antara negara di kawasan Asia dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul.

Salah satu pembahasan yang cukup menyita perhatian dalam sidang APA kali ini adalah masalah perekonomian kawasan Asia yang sedang mengalami tekanan hebat.

Menurutnya, dalam menghadapi krisis ekonomi global saat ini, bangsa-bangsa di Asia perlu memperhatikan peningkatan HDI ke arah yang lebih baik. Diharapkan pemerintah di negara-negara Asia juga dapat bersama mengeluarkan policy atau kebijakan yang membantu untuk meringankan beban hidup bagi rakyatnya.

“Jadi yang terpenting bagaimana bangsa itu perlu membenahi tingkat human development index (HDI) nya terlebih dahulu agar bisa naik. Karena hasil dari indeks itu juga akan berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi”, kata Amel sebelum acara penutupan APA di Jakarta, Kamis, (20/8).

Selain bidang ekonomi, Amel juga menyebutkan, ada beberapa isu lain yang menjadi pembahasan dalam forum tersebut. “Tidak hanya bidang ekonomi, kita juga membahas persoalan-persoalan lainnya terkait terorisme, trafficking serta pembajakan di laut,” kata anggota Komisi IX ini.  

Amel menambahkan bahwa pertemuan APA kali ini adalah sebuah komitmen bersama dari para delegasi negara-negara perwakilan untuk menurunkan angka kemiskinan di negaranya masing-masing.

“Karena mayoritas negara-negara kawasan Asia merupakan negara berkembang yang angka kemiskinannya masih tinggi,” ujarnya.

Bagi DPR RI sendiri, APA memiliki arti penting sebagai misi diplomatik.  “ Terutama sebagai sebuah negara, Indonesia tidak bisa berdiri sendiri, makanya kita harus hand in hand dengan negara- negara lain.”

Sebelumnya, ada dua agenda dalam sidang APA 2015 di Jakarta kemarin yang diusulkan Indonesia . Usulan tersebut berjudul “The Role of APA Parliaments to Adopt Legislation in Supporting the Implementation of Sustainable Development Goals” dan “Financial Affairs : Ensuring Efforts for Economic Growth”. Usulan ini ditetapkan sebagai resolusi dalam sidang Asian Parliamentary Assembly (APA) 2015 tersebut.

Asian Parliamentary Assembly sendiri terbentuk pertama kali pada Sidang Umum ke-7 Association of Asian Parliamentarian for Peace (AAPP) pada tahun 2006. Saat ini keanggotaan Asian Parliamentary Assembly (APA) berjumlah 42 parlemen anggota dan 17 parlemen observer.