MANADO (3 Maret): Masyarakat Indonesia diajak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah stunting. Hingga hari ini kesadaran masyarakat pada kebersihan masih menjadi bayang-bayang yang menghantui masyarakat. “Pemerintah berupaya optimal menurunkan angka stunting sebesar 2,5 persen setiap tahunnya supaya di akhir pemerintahan Pak Jokowi tinggal 14 persen,†kata Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3). Felly mengemukakan itu menanggapi Unicef (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa), yang menyebutkan hampir 25 juta orang di Indonesia tidak menggunakan toilet. Stunting merupakan kondisi anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata yang salah satu sebabnya adalah kebersihan lingkungan dan asupan gizi yang kurang. Menurut Felly, beberapa upaya untuk mencegah stunting, yakni dengan makan makanan bergizi dan terus menjaga agar tubuh sehat dan bugar. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat, semisal pengelolaan sampah hingga ketersediaan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus). "Jangan membuang sampah sembarangan, tempatkanlah di lokasi yang seharusnya. Selain itu jangan buang sampah di sungai, apalagi sebagian masyarakat memanfaatkan air sungai ini untuk mencuci atau mandi," kata Legislator NasDem tersebut. Wakil rakyat dari dapil Sulawesi Utara (Sulut) itu menambahkan, kebiasaan hidup sehat tersebut juga perlu dilakukan peternak yang membebaskan ternaknya di sekitar bantaran dan kemudian membuang kotorannya ke sungai. "Ini harus menjadi perhatian bersama. Kita jaga agar air sungai tetap bersih dan sehat," tegasnya.(dpr.go.id/*)