DAK Kesehatan 2016 Mengecewakan

12 APRIL 2017, 16:55:28 WIB 1 MENIT BACA 971
Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Amelia Anggraini menyatakan kecewa terhadap laporan evaluasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 bidang kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikannya menanggapi laporan dari Sekjen dan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dalam rapat dengar pendapat‎ di ruang rapat Komisi IX Nusantara I, Rabu (11/4). Amel mennyatakan belum mendapatkan informasi yang jelas bagaimana Kemenkes mengevaluasi DAK di daerah, baik yang efektif maupun yang tidak. Oleh sebab itu legislator NasDem Dapil Jateng VII ini meminta Sekjen dan Dirjen Kesmas Kemenkes untuk mencari formula baru agar DAK yang tersedia bisa digunakan secara akuntabel. “Saya minta pemetaan dasar dan memadai mengenai problem untuk DAK 2017. Agar gambarannya bisa jadi acuan dasar menetapkan DAK selanjutnya,” sambungnya. Amel menuturkan, realisasi DAK sub bidang pelayanan dasar baru terserap hanya lebih-kurang 41 persen. Sementara DAK sub bidang pelayanan rujukan baru terserap hanya kurang-lebih 38 persen dan sub bidang kefarmasian terserap 87 persen. Oleh karena itu, dia menekankan, dalam evaluasinya perlu dijelaskan mengenai problem-problem apa yang dialami suatu daerah. Selain itu, harus ada juga gambaran peta masalah yang dijadikan acuan untuk menentukan alokasi DAK. “Sehingga outputnya adalah penyerapan DAK yang maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.