Dinilai Berhasil, Beberapa Kendala UNBK Harus segera Dibenahi

10 APRIL 2017, 10:16:08 WIB 2 MENIT BACA 974
Jakarta - Ujian Nasional SMP, SMK/SMA, dan sekolah sederajat untuk tahun ajaran 2016/2017, sebagian telah diselenggarakan secara bergelombang, mulai tanggal 3 April hingga tanggal 17 Mei nanti. Pelaksanaan UN sejauh ini dinilai berjalan lebih akuntabel, terutam UN yang diselenggarakan dengan berbasis Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dalam pelaksanaan UNBK ini tidak memungkinkan oknum mendapatkan bocoran soal maupun jawaban sebagaimana terjadi pada un yang berbasis pensil dan kertas. Pelaksanaan UNBK juga memperkecil ruang untuk menjadi bocoran soal ujian. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem Yayuk Sri Rahayuningsih menilai, dengan sistem seperti ini, penyelenggaraan UN yang selama ini sarat masalah, secara signifikan bisa ditekan. "Sekarang UN sistem UNBK memang mulai jauh dari kecurangan, karena akuntabel dan transparan. Tetapi kendala utamanya seperti listrik padam dan perangkat komputer yang belum cukup ini harusnya betul-betul diperhatikan ya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di lantai 22 gedung DPR RI Nusantara I, Senin (10/4). Yayuk meminta pemerintah untuk terus membenahi sarana dan prasarana pendidikan. Daerah yang belum banyak mengikuti UNKB juga harus berpacu menyiapkan infrastruktur yang menjadi kendala pelaksanaannya. Hal ini penting agar jangan sampai para siswa terpontang-panting karena keterbatasan yang ada. “Kelebihan-kelebihan UNBK ini menurut saya harus menjadi titik awal. Di harapkan evaluasi laporan terkait masalah-masalah UNBK untuk menjadi dasar perbaikan pendidikan ke depan. Sebab ujian nasional selama ini kan menghabiskan energi juga,” tegasnya. Jumlah sekolah dan siswa peserta UNBK tahun ini semakin meningkat di banding tahun 2016 lalu. Tahun 2017 ini UNBK rata-rata bertambah di semua tingkatan, baik SMP maupun SMA/SMK sederajat. Peserta UNBK tahun 2017 ini sebanyak 3.782.453 dari 33.448 sekolah penyelenggara.