Skalanews - Komisi VIII DPR mendesak pemerintah untuk menurunkan tim investigasi dan mencari aktor intelektual penyebab meletusnya kasus kekerasan agama di Kabupaten Tolikara, Papua pada Jumat (17/7) pekan lalu. Anggota Komisi VIII DPR RI, Hasan Aminudin mengatakan apa yang dilakukan oleh tokoh agama di sana sudah tidak mencerminkan perilaku orang Indonesia. "Mereka seolah-olah tercampuri asing sehingga bukan seperti orang Indonesia yang mengedepankan persatuan dan hormat-menghormati antar umat beragama," ungkap politisi asal Partai NasDem ini saat dihubungi melalui ponselnya, Surabaya, Senin (20/7).Pria yang juga mantan Bupati Probolinggo dua periode ini mengungkapkan Menteri Agama saat ini harus melakukan langkah kongkrit dengan mengumpulkan tokoh lintas Agama untuk menyelesaikan kasus tersebut."Agar para tokoh agama di sana berperilaku sesuai Budaya Indonesia dan tidak melakukan politisasi Agama misi orang luar Indonesia," jelas mantan bupati termuda se Indonesia ini.Soal tudingan Wapres Jusuf Kalla bahwa penyebab kerusuhan karena dipicu karena pengeras suara (speaker), pengurus DPP Partai NasDem bidang urusan keagamaan ini menampiknya. "Bukan speaker penyebabnya, melainkan faktor tokoh agamanya," jelasnya.Sekedar diketahui sebuah mushala dibakar dan dilempari warga setempat di daerah Kabupaten Tolikara, Papua pada Jumat (17/7) pekan lalu disaat umat muslim setempat menjalani ibadah sholat Iedul Fitri di halaman Koramil 1702/Jayawijaya (JWY). (Wahyu/bus)