Jakarta – Anggota DPR RI Ahmad Sahroni menyambut baik rencana Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) mengubah lapangan golf Senayan menjadi hutan kota. Letaknya yang strategis akan menyedot animo masyarakat urban Jakarta melakukan aktivitas rekreasi, hingga olah raga di kawasan itu. Selama ini, sarana olah raga yang dinikmati warga Jakarta di kawasan itu hanya sebatas Gelora Bung Karno. Dengan adanya hutan kota itu, tak tertutup kemungkinan para anggota DPR juga bisa jogging di sana. “Saya sendiri suka olahraga, jogging apa lagi. Kalau nanti akan ada hutan kota dilengkapi fasilitas jogging track dan wifi, bisa jadi ke depan saya juga jogging di situ,†ungkap anggota Komisi XI DPR yang juga dikenal sebagai tokoh muda Jakarta ini, Rabu (24/01). Lebih lanjut Sahroni menuturkan, gaya hidup sehat saat ini sudah menjadi budaya kaum urban, salah satunya dengan melakukan olah raga rutin. Aktivitas olah raga yang cukup populer di kalangan warga yakni Jogging. Jenis olah raga ini sangat mudah dan murah, karena tak memerlukan peralatan khusus, dan bisa dilakukan di mana pun. Terlebih lagi, aktivitas jogging sangat menguras kalori sehingga efektif untuk melatih stamina dan kesehatan tubuh di tengah padatnya aktivitas kaum urban. Oleh karena itu, jika pemerintah berencana menyediakan fasilitas umum yang menunjang aktivitas itu, dia optimis animo publik akan menyambut baik. Puluhan komunitas runner yang ada di Jakarta, menurutnya, akan antusias mendukung rencana itu. Apalagi, para penggemar jogging di Jakarta selama ini berasal dari semua lapisan sosial, dari kalangan awam hingga jajaran pejabat. “Di Jakarta ini banyak sekali komunitas lari, mereka pasti akan senang. Bukan hanya komuntias, bahkan Ketua Fraksi saya, pak Viktor Laiskodat juga rutin jogging di Gelora Bung Karno,†ungkap legislator Fraksi Partai NasDem dari Dapil Jakarta III ini. Sahroni berharap, jika terwujud dan dikelola dengan baik, rencana hutan kota itu akan berkembang seperti Central park  di Amerika Serikat. Kawasan hijau itu akan tetap menjadi area yang teduh dan asri di tengah gedung-gedung perkantoran yang menjulang. Tentu saja, dia tak memungkiri perbedaan luas area Central Park yang hampir 100 kali lipat dibanding luas lapangan golf Senayan. “Luas central Park itu 341 Hektar, sedangkan lapangan golf di Senayan hanya 4,6 hektar. Tentu kita nggak perlu berharap adanya danau di tengah kota, tapi yang penting ada ruang terbuka hijau yang nyaman dan aman lah,†tukasnya. Ia juga mengingatkan, yang tak kalah penting dari rencana alih fungsi lahan itu yakni penerapan manajemen yang tepat. Dia mengutip sejarah Central Park yang pernah mengalami kebangkrutan seiring kemerosotan Pemerintah Kota New York di penghujung 1980an. Keterpurukan itu akhirnya bisa dilewati berkat komitmen Walikota New York terpilih, Ed Koch yang bekerja sama dengan pihak swasta merestorasi Central Park. “Belajar dari sejarah Central park, semua pihak harus menunjukkan kepedulian dalam membangun hutan kota. Bukan hanya pemerintah yang harus teelibat, namun masyarakat juga harus turut menjaga lingkungannya,†pungkas Sahroni.