DPR: Pertamina Lalai Hitung Kebutuhan Gas Masyarakat

11 DESEMBER 2017, 08:58:51 WIB 1 MENIT BACA 916
Jakarta - Berbagai spekulasi bermuculan mengenai penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg). Antara lain, disinyalir akibat Pertamina mengurangi pasokannya. Kelangkaan gas 3 kg sam­pai kemarin belum mampu di­atasi Pertamina. Masyarakat di berbagai daerah masih kesulitan mendapatkan gas. Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menilai, gas melon langka disebabkan Pertamina lalai dalam menghitung kebutuhan masyarakat. "Pertumbuhan ekonomi itu mempengaruhi konsumsi energi. Secara alamiah kebu­tuhan meningkat, namun Per­tamina teledor dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan," ungkapnya. Selain dampak pertumbuhan ekonomi, Kurtubi menyebut kenaikan permintaan disebakan migrasi pengguna gas 12 kg (nonsubsidi). Hal ini terjadi karena selisih harganya cukup tajam. "Pemerintah hanya mengim­bau agar kalangan mampu tidak membeli gas subsidi. Tetapi tidak membuat regulasi untuk mengeremnya," katanya. Dia meminta, pemerintah ber­tanggung jawab atas kelangkaan ini. Masyarakat disuruh beralih dari kompor minyak tanah ke gas, namun sekarang gasnya sulit didapat. Bagaimana dengan rencana pemerintah ingin melakukan penjualan gas 3 kg secara ter­tutup? Kurtubi memastikan tidak ada kaitannya dengan kelangkaan. "Kami berharap Pertamina bisa cepat atasi kelangkaan. Penuhi saja dulu seluruh ke­butuhan, setelah selesai, baru dicari penyebab dan solusinya,"  katanya. Sumber: http://ekbis.rmol.co/read/2017/12/09/317620/DPR:-Pertamina-Teledor-Hitung-Kebutuhan-Gas-