Jakarta - Berbagai spekulasi bermuculan mengenai penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg). Antara lain, disinyalir akibat Pertamina mengurangi pasokannya. Kelangkaan gas 3 kg samÂÂpai kemarin belum mampu diÂÂatasi Pertamina. Masyarakat di berbagai daerah masih kesulitan mendapatkan gas. Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menilai, gas melon langka disebabkan Pertamina lalai dalam menghitung kebutuhan masyarakat. "Pertumbuhan ekonomi itu mempengaruhi konsumsi energi. Secara alamiah kebuÂÂtuhan meningkat, namun PerÂÂtamina teledor dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan," ungkapnya. Selain dampak pertumbuhan ekonomi, Kurtubi menyebut kenaikan permintaan disebakan migrasi pengguna gas 12 kg (nonsubsidi). Hal ini terjadi karena selisih harganya cukup tajam. "Pemerintah hanya mengimÂÂbau agar kalangan mampu tidak membeli gas subsidi. Tetapi tidak membuat regulasi untuk mengeremnya," katanya. Dia meminta, pemerintah berÂÂtanggung jawab atas kelangkaan ini. Masyarakat disuruh beralih dari kompor minyak tanah ke gas, namun sekarang gasnya sulit didapat. Bagaimana dengan rencana pemerintah ingin melakukan penjualan gas 3 kg secara terÂÂtutup? Kurtubi memastikan tidak ada kaitannya dengan kelangkaan. "Kami berharap Pertamina bisa cepat atasi kelangkaan. Penuhi saja dulu seluruh keÂÂbutuhan, setelah selesai, baru dicari penyebab dan solusinya," katanya. Sumber: http://ekbis.rmol.co/read/2017/12/09/317620/DPR:-Pertamina-Teledor-Hitung-Kebutuhan-Gas-