Merauke, InfoPublik - Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaiman Hamzah memberi apresiasi kepada masyarakat yang berada di Selatan Papua, karena selama ini daerah ini tidak pernah terjadi gejolak yang berbau SARA. ‘’Pertama, saya memberi apresiasi kepada masyarakat Papua yang ada di bagian Selatan ini. Karena selama ini, kita tidak pernah mendengar adanya gejolak yang berbau SARA,’’ kata Sulaiman Hamzah menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan sosialisasi 5 pilar kebangsaan yang berlangsung di gedung pertemuan Hotel Megaria-Merauke, Senin (27/7). Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini diikuti seratusan masyarakat dari berbagai pemangku kepentingan stakeholder baik dari petani, nelayan, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama maupun pedagang. Menurut Sulaiman Hamza, gejolak berbau sara di Papua bagian Selatan ini tidak ada, karena masyarakatnya yang hidup beragam hidup rukun dan saling menghormati dan itu sangat luar biasa. Namun, karena daerah ini berbatasan dengan Negara tetangga PNG, sehingga empat pilar kebangsaan ini harus terus diberikan pencerahan kepada mereka agar tidak terkontaminasi dengan pemahaman-pemahaman dari luar. ‘’Kita tahu pemahaman dari segala penjuru masuk ke sini. Tapi saya kira dengan terus menerus kita berikan pemahaman kepada mereka tentang wawasan kebangsaan, insyah Allah negeri ini akan aman,’’ katanya. Ia menilai, adanya gejolak berbau sara di tempat lain seperti yang baru terjadi di Tolikara, sebenarnya hanyalah sebuah penafsiran. ‘’Saya mau bilang bahwa secara keseluruhan di Papua kehidupan masyarakat di Papua baik masyarakat asli maupun pendatang semuanya sejak dulu kita tidak pernah lihat ada gejolak berbau SARA. "Kebetulan, beritanya besar secara nasional. Tapi lebih berat pada pemahaman bagaimana mereka ini mendapat kesempatan berusaha untuk memberi nafkah kepada keluarga mereka sendiri. Soal kejahteraan sebenarnya yang mereka minta. Soal lain, saya tidak lihat bahwa sesuatu yang dibesar-besarkan apalagi di polititasi di sana. Dan ini akan membuat kita salah jalan ini. kalau boleh kita fokus menangani persoalan in, saya kita semua bisa diatasi,’’ katanya. Sebab, berita yang di Tolikara yang menjadi berita besar, tambahnya, merupakan sebuah bentuk perhatian Pemerintah, namun jika peristiwa ini terus dibesar-besarkan, maka justru akan membuat tak nyaman. Namun beritanya dipersempit, karena hanya persolan salah paham,menurutnya, akan sangat baik. ‘’Saya berharap dengan kegiatan hari dan mudah-mudahan anggota yang lain melakukan hal yang sama di tempat lain, ini akan membantu generasi baru kita ini tidak akan bersuara miring dan selalu memojokan bangsa ini seakan ada pilih kasih atau ketidakadilan begitu,"ujarnya. "Terus terang, saya sudah menyatu masyarakat di gunung maupun sisir pantai sehingga saya tahu betul apa yang masyarakat inginkan. Karena itu saya memilih Komisi IV ini untuk mengabdikan diri melayani seluruh masyarakat baik di gunung maupun di pantai sehingga seluruh masyarakat menikmati khususnya berkaitan dengan kesejahteraan,’’ tambahnya. (02/mc.merauke/eyv) Sumber: infopublik.id