Jakarta - Parlemen Indonesia mengirimkan 8 utusan dalam Sidang Tahunan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly yang dibuka Selasa, 8/9, oleh Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Muhammad Najib bin Tun Razak. Sebagaimana dijadwalkan, sidang ini nantinya akan membahas berbagai topik strategis hubungan antar kawasan ASEAN Berbagai topik pembahasan didiskusikan dalam Sidang AIPA ke-36 ini. Di antaranya pembahasan soal politik, ekonomi, sosial, kesetaraan gender dan lainnya. Fraksi Partai NasDem yang diwakili oleh Hamdhani, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan permintaan maaf Indonesia atas serbuan asap yang melanda negara-negara tetangga di ASEAN. Terutama bagi tuan rumah sidang tahuan AIPA, Malaysia. "I want to apologize to the Malaysian people for the haze. The annual haze is not intentional but due to the drought that affects parts of Sumatra and Kalimantan," (Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Malaysia atas asap yang terjadi. Bencana asap ini sama sekali tidak direncakan melainkan karena kekeringan yang sedang terjadi di Sumatera dan Kalimantan) ujar Hamdani seperti dikutip straitstimes.com. Dia juga menyampaikan hal yang sama kepada masyarakat Singapura yang diwakili delegasi Singapura di sidang AIPA. Lebih jauh, Hamdani yang juga anggota BKSAP DPR dari Fraksi NasDem, menjelaskan bahwa pemerintah pusat Indonesia telah mengalokasikan 1 juta dollar AS yang didistribusikan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah kebakaran hutan di wilayahnya. Sebelumnya, PM Najib Razak dalam pidato membuka sidang AIPA menekankan perjanjian regional ASEAN dalam pengendalian polusi akibat asap yang salah satu penandatangannya adalah Indonesia. Bahkan pimpinan parlemen Malaysia, Pandikar Amin, menekankan kembali pernyataan PM Najib Razak bahwa harus ada ketegasan dari Indonesia untuk menghukum pelaku pembakaran hutan yang menyebabkan kabut asap. “The Indonesian side must make sure that … when people who are doing it, (if) big companies, oil palm plantations are doing the burning, they will be fined," (Indonesia harus memastikan bahwa… siapapun pihak yang melakukan (pembakaran-red), apabila itu adalah perusahaan-perusahaan besar, perkebunan kelapa sawit, mereka harus dihukum (denda)” ujar Amin seperti dikutip channelnewsasia.com Hari ini, Rabu (9/9) rangkaian acara Asean Inter-Parliemantary Assembly (AIPA) yang dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia telah memasuki sidang pleno satu. Delegasi parlemen Indonesia sendiri mengajukan lima poin utama dalam pleno tersebut. Mulai dari percepatan terbentuknya masyarakat ASEAN, peningkatan kesenjangan ekonomi, penguatan sumber daya domestik sampai peningkatan peran usaha kecil dan menengah.