Jakarta - Partai NasDem tetap konsisten mendukung sistem presidential threshold (PT) untuk mengusung pasangan calon presiden. NasDem tak ingin calon presiden abal-abal muncul di Pemilu. Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai meresmikan Akademi Bela Negara NasDem di kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Selasa 2 Mei 2017. Ketum Surya Paloh mengatakan, mempertahankan presidential threshold sama dengan menjaga kualitas calon-calon yang bisa dimajukan di pemilu, sekaligus menjaga kualitas pemilu. Menurut dia, pihak yang ingin menghapus presidential threshold terlalu haus kekuasaan. "Lucu sekali kita ini, terlalu sombong untuk menghapus presidential threshold. Kalau ada (orang) bernasib baik, entah siapa, tidak jelas bisa jadi calon presiden. Dia dapat pengawalan selama satu bulan penuh, hak protokoler, hak undang-undang. Tapi kemudian kita bingung, siapa dia ini jadi capres," kata Surya Paloh seperti dilansir dari Metrotvnews.com, Selasa 2 Mei 2017. Surya Paloh menegaskan, jika presidential threshold ditiadakan, sistem politik di Indonesia tidak terjaga. "Sistem politik ini kan harus ada budaya yang kita jaga, harus ada bedanya LSM dan institusi resmi parpol. Buat apa jadi parpol kalau demikian," katanya. Surya Paloh menegaskan, Partai NasDem tetap mempertahankan ambang batas perolehan jumlah kursi DPR bagi parpol yang hendak mengajukan capres sebesar 20% secara mandiri dan 25% jika berkoalisi. Ambang batas yang sudah digunakan pada Pemilu 2014 lalu itu dinilai sudah merefleksikan sistem presidential threshold dengan baik.