KUBU RAYA (10 Februari): Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem, Syarief Abdullah Alkadrie, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama tokoh masyarakat serta para gus dan lora muda Kecamatan Sungai Ambawang di Ampera Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (9/2/2026).Dalam kegiatan tersebut, Syarief menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman, sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang final dan tidak perlu diperdebatkan kembali. Menurutnya, kesepakatan nasional yang lahir pada 18 Agustus 1945 telah menjadi fondasi kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.“Pancasila sudah final sejak 18 Agustus 1945. Jangan lagi ada upaya mengotak-atik dasar negara,” ujar Syarief.Legislator asal Kalbar itu menilai tantangan bangsa saat ini bukan lagi pada perdebatan ideologis, melainkan pada implementasi nilai-nilai Pancasila secara nyata.“Kita tidak kekurangan konsep. Yang masih perlu diperkuat adalah pengamalan lima sila dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.Selain membahas ideologi kebangsaan, Syarief juga menegaskan komitmennya untuk mengawal program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah desa.Ia menjelaskan bahwa penyaluran program dilakukan secara proporsional, berdasarkan kebutuhan dan tingkat dukungan masyarakat di setiap wilayah.“Wilayah dengan dukungan besar tentu menjadi prioritas. Itu bagian dari tanggung jawab moral saya sebagai wakil rakyat,” katanya.Syarief menyebut sejumlah program yang telah berjalan di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak sebagai bentuk konkret sinergi antara aspirasi masyarakat dan kerja legislatif.Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan hangat, sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antara wakil rakyat dan tokoh masyarakat semakin kuat demi percepatan pembangunan di Kalbar, khususnya Dapil Kalbar I. (Mus/Yudis/*)