Jakarta - Keluhan praktisi industri musik yang terus mengalami kerugian disikapi dengan rencana mendorong pengesahan anggaran Badan Ekonomi Kreatif dalam RAPBN-P oleh Taufiqulhadi, anggota Komisi X dari Fraksi NasDem. Ditemui di Gedung Nusantara I, Selasa (31/03/2015), anggota DPR dari dapil Jatim IV ini menyoroti tertundanya penetapan dan pengesahan anggaran untuk Badan Ekonomi Kreatif pada RAPBN-P yang telah diketuk palu Februari lalu. “Ke depan (bulan Mei-red), anggaran Badan Ekonomi Kreatif harus bisa ditetapkan dan disahkan dalam rapat Komisi X untuk menjadi usulan perubahan APBN,” ujarnya.Lebih lanjut Taufiqulhadi menjelaskan, dalam RAPBN-P yang disahkan Februari lalu, pagu anggaran Badan Ekonomi Kreatif senilai 1.5 Triliun rupiah sebenarnya sudah ada, namun tidak dapat disahkan oleh Paripurna karena kendala teknis pembahasan. Ia juga menyoroti soal kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk ekonomi kreatif, dengan membandingkan besaran pagu anggaran ekonomi kreatif yang diajukan pemerintah dengan prosentase anggaran ekonomi kreatif di Amerika Serikat dan Inggris yang mencapai 40% dari total anggarannya.Legislator ini menekankan bahwa pemerintah harus menciptakan iklim kondusif bagi penciptaaan karya kreatif di Indonesia. “Apa bila kita (pemerintah-red) mengabaikan kerugian dari pembajakan (musik-red), sementara di sisi lain juga sedang menggenjot pemasukan dari pajak, hal ini merupakan sebuah paradoks,” tegasnya.Taufiqulhadi menegaskan bahwa kerugian pemerintah akibat pembajakan senilai 1.4 Triliyun per tahun, harus ditutup dengan penegakan hukum yang ketat. Dengan cara inilah ia meyakini pemerintah akan memperoleh pendapatan pajak untuk pembiayaan pembangunan, juga menciptakan iklim kondusif bagi industri kreatif di Indonesia, termasuk industri musik di dalamnya. Sebagai anggota komisi X DPR RI yang ia namakan Komisi Peradaban, ia mendukung setiap usaha untuk membangun sistem Industri musik ke arah lebih baik dengan regulasi yang mendukung. “Saya mendukung pembangunan sistem industri musik yang lebih baik dengan berusaha mendorong terciptanya regulasi yang lebih baik,” pungkasnya. (Media Center Fraksi NasDem) Media Center Fraksi NasDemEmail : mediacenterfraksinasdem@gmail.comCP : Fanny Yulia (081212276996)