Fraksi NasDem Luncurkan Sistem Absensi Digital

31 JULI 2015, 10:56:22 WIB 2 MENIT BACA 1306

Jakarta – Masa reses anggota DPR RI tidak berarti libur bagi para Tenaga Ahli Fraksi. Para Tenaga Ahli tetap bekerja untuk menyiapkan bahan sidang yang diperlukan oleh anggota dewan.

Ning Indra Saleh, Kepala Sekretariat Fraksi Partai NasDem, hari ini, Rabu 29 Juli 2015, luncurkan sistem absensi digital bagi para tenaga ahli fraksi. Sistem absensi ini nantinya akan resmi digunakan oleh semua tenaga ahli Fraksi NasDem sejak 1 Agustus 2015.

“Pemasangan alat finger print ini, lebih kepada unttuk merealisasikan apa yang yang sudah menjadi aturan serta kesepakatan yang telah ditetapkan melalui SOP kepada seluruh staff fraksi terutama kepada para Tenaga Ahli (TA) Fraksi, maka apa yang sudah kita sepakati marilah kita jalani”, ujarnya di ruang kerja, kompleks parlemen, Senayan, Jumat, 31 Juli 2015.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Sekretariat Jenderal DPR RI ini mengatakan penggunaan finger print adalah upaya dukungan para tenaga ahli Fraksi NasDem untuk anggota dewannya. Dia menambahkan, dengan penggunaan sistem absen ini diharapkan kedisiplinan Tenaga Ahli dewan akan semakin memacu prestasi bagi para anggota dewan itu sendiri.

“Setidaknya dalam mewujudkannya bisa mulai dari hal terkecil misalnya dalam kedisiplinan kehadiran dari para Tenaga Ahli,” jelas Ning.

Ning menyadari bahwa penerapan sistem absensi digital ini akan sedikit membuat gaduh bagi para Tenaga Ahli Fraksi. Namun demikian Dia juga meyakini bahwa kegaduhan ini hanya akan berlangsung sebentar karena tingginya kesadaran para TA untuk memberi dukungan maksimal bagi bapak/ibu mereka,  panggilan bagi anggota dewan dikalangan TA.

Dia memberikan gambaran saat awal diberlakukannya finger print bagi angota DPR RI, dimana kala itu tidak sedikit yang emosi merespon, tetapi setelah anggota DPR melakukan studi banding hampir di sebagian besar BURT parlemen di negara maju juga sudah menggunakan finger print. Sehingga pengadministrasian terutama kehadiran sudah berlangsung secara tertib.

Lebih jauh, perempuan penerima tiga kali penghargaan satya lencana karya satya ini mengingatkan bahwa semua staff dan tenaga ahli fraksi digaji dengan uang negara. Penggunaan finger print inilah salah satu bentuk pertanggungjawan staff fraksi kepada negara.

“Semoga saja Fraksi NasDem bisa menjadi contoh bagi sekretariat teman-teman fraksi lainnya dan bisa menjadi motor perubahan dalam pengadministrasian sebagaimana slogan “gerakan perubahan” Partai NasDem,” tutup katanya.