WAINGAPU (5 April): Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmad Gobel mengajak semua pihak untuk bersimpati dan membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). "Harus segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena sudah darurat," kata Rachmad Gobel. Rachmad Gobel yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Sumba, sisi selatan NTT menuturkan, sudah lebih dari sepekan ini sejumlah wilayah di NTT diguyur hujan terus menerus. Legislator NasDem itu menceriterakan sebagian rombongannya berangkat Sabtu (3/4) melalui Bandara El Tari, Kupang, namun tidak bisa mendarat karena hujan lebat. Lalu pesawat kembali ke Makassar. "Selanjutnya dicoba sekali lagi dan tetap tidak bisa mendarat. Akhirnya mereka kembali ke Jakarta dan terbang via Bali dan langsung ke Sumba. Sehingga tidak melalui Kupang," jelas Rachmad Gobel. Gobel sendiri berangkat dari Jakarta pada Hari Minggu (4/4) via Bali dan langsung ke Waingapu. Di Sumba juga terjadi hujan terus menerus. Sungai Kambaniru, sungai terbesar di Sumba Timur pun meluap. Bendungan jebol dan satu jembatan terputus. Bandara Waingapu juga sempat terendam. Beruntung pada Hari Minggu kemarin pesawat Wings Air yang ditumpangi Gobel sudah mendarat lebih dulu. Jalan yang dilewati pun kemudian terputus. Wakil rakyat dari dapil Gorontalo itu mengatakan hampir seluruh NTT dilanda banjir. Namun yang paling parah adalah di Flores Timur dan Lembata. "Di dua kabupaten ini terkena longsor dan banjir bandang akibat hujan terus menerus. Puluhan korban meninggal dunia," tegasnya. Melihat fakta itu, Gobel meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan penetapan status KLB. "Saat ini penduduk membutuhkan bantuan segera seperti tempat tinggal, pakaian, dan makanan. Mereka butuh bantuan segera," tandasnya. Saat ini Rachmad Gobel dan Pemprov NTT akan berkoordinasi untuk menyumbang bantuan seperti membuka dapur umum, selimut, dan sejumlah kebutuhan logistik lainnya.(Alyun/*)