Jakarta – Memasuki masa reses pada 28 April mendatang, anggota Komisi IV Fadholi mengagendakan kunjungan kerja ke daerah pemilihan masing-masing guna memantau cadangan beberapa komoditas. Dua di antara yang akan dia pantau adalah cadangan cabai dan bawang yang setiap tahun harganya sering bergejolak karena pasokan dari petani kurang. “Reses kali ini memang untuk memantau itu, tapi lebih dari itu Komisi akan memantau program-program yang telah dikerjakan oleh pemerintah,†paparnya saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks DPR-MPR, Rabu (12/04). Untuk memantau harga beras, Gudang Bulog di Jawa Tengah menjadi salah satu yang akan Fadholi kunjungi. Ia berujar, peran Bulog di Jawa Tengah mestinya vital saat panen besar. Namun yang terjadi tidak demikian. Serapan Bulog terhadap padi dan beras sangat rendah. Alhasil harga beras di pasaran jatuh. "Ini tidak boleh terjadi. Serapan gabah dan beras oleh Bulog harus maksimal untuk stabilitas harga," tandasnya. Bukan hanya itu, agenda Komisi IV lainnya adalah memantau program yang pernah diusulkan sebelumnya dan pembiayaannya dari APBN. Program tersebut seperti pembangunan jaringan air tersier berupa irigasi, ketersediaan pupuk untuk petani, bibit, dan Bulog. “Semua kita akan pantau, karena termasuk dari tugas dan fungsi kita di DPR dalam hal pengawasan. Ini kan bukan kunjungan kerja spesifik, jadi kita pantau semuanya,†tuturnya. Dia memaparkan, kerusakan saluran air tersier secara nasional mencapai 3 juta hektar. Di Jawa Tengah sendiri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Sumber Daya Air sejak tahun 2015 melakukan rehabilitasi lima Daerah Irigasi (DI) seluas 61.484 hektar yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kelima daerah irigasi tersebut yakni Klambu Kiri 20.649 Ha, Klambu Kanan 5.686 Ha, Klambu Wilalung 11.116 Ha, Sidorejo 7.978 Ha dan Sedadi 16.055 Ha. Secara keseluruhan, menurut Fadholi, perbaikan jaringan Daerah Irigasi (DI) Klambu, Sedadi dan Sidorejo kini telah mencapai progres sekitar 45% dan ditargetkan selesai tahun 2018 sebagai bagian dari program rehabilitasi 3 juta hektar guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional, terutama di Provinsi Jateng sebagai salah satu lumbung pangan nasional. “Irigasi ini yang akan juga kami pantau, kalau memang masih ada kendala nanti akan saya sampikan ke kementerian terkait. Mudah-mudahan bisa segera selesai,†pungkasnya.