Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk segera menyelesaikan pelabuhan Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kalimantan Barat. "Pelabuhan Padang Tikar ini terlantar. Ini sudah mendesak dan menjadi kebutuhan. Selain tingginya bongkar muat penumpang, juga bongkar muat barang. Pelabuhan ini akan menjadi penopang ekonomi di daerah pesisir dan ekonomi Kalimantan Barat. Untuk itu kita minta Kemenhub segera menyelesaikannya ," ujar Syarief di ruang kerja, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (10/04). Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini mengungkapkan hasil peninjauannya, Minggu (9/4) kemarin, ada kesan pembangunan yang menyedot dana puluhan miliaran rupiah sejak tahun 2015 ini mubazir. "Harusnya segera dikelarkan agar tidak tergerus air asin dan tidak terkesan ditelantarkan. Segera diselesaikan, lengkapi fasilitas dan personilnya. Kita berharap pelabuhan ini segera berfungsi serta bermanfaat bagi masyarakat," tukas legislator Kalimantan Barat ini. Melihat letak geografis yang dekat dengan akses ke laut Jawa dan laut Cina Selatan, Syarif berharap pelabuhan ini bisa menjadi pelabuhan samudra sehingga hasil bumi dari Kalimantan Barat seperti Crum Palm Oil (CPO) bisa langsung diekspor ke negara pengimpor tanpa harus melalui pelabuhan-pelabuhan di provinsi lainnya. "Ini akan memberikan kontribusi pajak, pertumbuhan sektor ekonomi lainnya dan membuka lapangan kerja. Selain itu akan menekan biaya transportasi dan bea ekonomi tinggi lainnya terkait ekspor impor itu sendiri," tandasnya.