Klaim Jerusalem Sepihak, Politisi NasDem Sarankan Indonesia Counter Diplomacy Terhadap AS

12 DESEMBER 2017, 04:52:12 WIB 2 MENIT BACA 884
Jakarta - Sidang Paripurna DPR RI penutupan masa persidangan II tahun sidang 2017-2018, masih dihujani dengan penegasan sikap Indonesia terhadap klaim pemerintah AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Dari semua komentar yang menghujani selama jalannya sidang, ada pernyataan menarik dari anggota DPR Fraksi Nasdem, Taufiqulhadi. Dengan tegas ia menyarankan pemerintah Indonesia untuk melakukan counter diplomacy terhadap pemerintah AS. Yaitu dengan menyarankan memindahkan Kedutaan Besar Indonesia untuk Palestina yang berada di kota Ramallah, ke Yerusalem. "Menurut saya kita harus naikan tingkat tersebut bukan hanya sekedar konsulat. Kalau perlu kita harus membentuk Kedutaan Besar kita. Tempatnya bukan di Ramallah, tetapi langsung du Yerusalem," tegasnya di dalam sidang, Senin (11/12/2017). Sebagai informasi, Ibu Kota Palestina yang diakui secara internasional ialah Ramallah, yang berada di kawasan Tepi Barat, sebagai basis dari pemerintahan Palestina. Sementara itu Yerusalem berada di Tepi Timur wilayah otoritas Palestina, dikenal sebagai basis dari pergerakan Hamas dan Israel. Adapun menurut Taufiqulhadi, klaim Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menggantikan Tel Aviv dinilainya merupakan keprihatinan dunia, bukan hanya Indonesia. Bila hal tersebut dibiarkan, maka keberadaan wilayah Palestina makin lama akan makin mengecil, dan bukan tak mungkin sudah tak akan ada lagi wilayah yang tersisa bagi bangsa Palestina. "Bila hal tersebut dilaksanakan maka bukan hanya defacto, tetapi secara dejure Yerusalem telah menjadi milik Israel sepenuhnya. Dan tentu itu akan meniadakan keberadaan Palestina," pungkasnya.   Sumber: http://kabar3.com/detail/4621/ada-saran-pindahkan-kedubes-indonesia-untuk-palestina-ke-yerusalem/1