Konsistensi NasDem Dalam Pemberantasan Korupsi

18 FEBRUARI 2018, 03:42:01 WIB 3 MENIT BACA 1547
Konsistensi NasDem Dalam Pemberantasan Korupsi

Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Plate mengatakan telah menerima surat pengunduran diri Bupati Lampung Tengah Mustafa yang telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pinjaman daerah pada APBD 2018.

"Sesuai dengan code of conduct yang  berlaku kepada seluruh kader yang tersangkut kasus korupsi akan  ditindak tegas. Ini berlaku terhadap seluruh kader Partai NasDem secara  merata. Maka bersama ini DPP Partai NasDem menerima permohonan  pengunduran diri Mustafa sebagai Ketua DPW NasDem Lampung," ujar Johnny  saat konferensi pers di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Jumat (16/2).

Atas  pengunduran diri Mustafa sebagai kader NasDem yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Lampung, NasDem mengangkat  Taufik Basari sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk sementara. NasDem juga  akan segera menentukan pengganti Mustafa.

"Dalam waktu segera akan ditetapkan DPW definitif," imbuhnya.

Johnny  menilai Mustafa adalah seorang kader potensial yang punya semangat untuk membangun Lampung Tengah. Dia juga mengapresiasi Mustafa agar Pemkab Lampung Tengah meminjam dana ke Badan Usaha Milik Negara, PT Sarana Multi Infrastruktur untuk membangun Lampung Tengah. Hanya saja, sambung dia, dalam kebijakan tersebut ada tindakan yang membuat Mustafa kini harus berurusan dengan KPK lantaran diduga menyuap sejumlah anggota DPRD untuk melancarkan kebijakan itu.

Sehubungan dengan itu,  Johnyy memerintahkan kepada seluruh kader di eksekutif maupun legislatif  untuk menjaga nilai-nilai pergerakan dengan menjauhkan perilaku  korupsi.

"Tidak terjebak kepentingan pragmatis dan  transaksional pihak lain untuk kepentingan pihak lain yang mengarah ke tindak pidana korupsi," tandasnya.

Lebih lanjut kata  Johnny, pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan dengan pertimbangan  berbagai pihak terkait pencalonan Mustafa di Pilgub Lampung 2018  mendatang. Termasuk rencana mengalihkan dukungan kepada calon lain.

"NasDem  harus mengikuti seluruh norma UU Pilkada dan KPU. Namun NasDem tidak  hanya berpatokan pada norma legalistik formal. Kami meyakini dan  berharap Mustafa akan berpolitik secara lebih realistis untuk tidak melanjutkan kontestasi Pilgub Lampung dan menjaga agar Pilgub Lampung  berjalan tetap lancar," terangnya.

Saat ditanyakan  soal bantuan hukum untuk Mustafa, pihaknya mengatakan tidak akan  memberikan bantuan hukum. Meskipun demikian pihaknya ingin memastikan  agar hak-hak hukum Mustafa terlindungi.

"Kami dari  NasDem akan tegas bagi kader yang terlibat tindak pidana korupsi. Tapi  kami menghormati hak hukum kader kami yang mencari keadilan hukum,"  pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Taufik Basari  mengatakan Mustafa telah menunjukan sikap kooperatif dalam proses hukum  yang berlangsung di KPK. Ia juga menyebut bahwa pengunduran diri jika  terjerat kasus korupsi merupakan budaya di NasDem dan itu telah  dijalankan Mustafa.

"Kemarin Mustafa ketika diminta  untuk menghadap penyidik KPK, dengan kooperatif Mustafa mendatangi penyidik di Lampung. Kemudian diperiksa penyidik tidak ada upaya untuk  menghindari proses yang berlangsung. Kami sudah berkomunikasi dengan  Mustafa. Dan juga menyatakan apabila ditetapkan sebagai tersangka maka akan mengundurkan diri, dan itu budaya NasDem," ujarnya.

Menurutnya,  dugaan suap yang dilakukan Mustafa ini tidak ada kaitannya dengan  posisi Mustafa sebelumnya sebagai DPW NasDem Lampung melainkan posisinya  sebagai Bupati Lampung Tengah.

"Walaupun dia  mengundurkan diri tidak ada hubungan proses Pilkada, tidak ada hubungan  dengan pilkada dengan pengusungan," kata dia.

Ketua  DPP NasDem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya mengatakan  pihaknya memastikan akan tetap mengikuti proses politik Pilkada sesuai  dengan UU. Ia mengatakan secara moral politik NasDem memang tidak  melanjutkan proses pemenangan pada pasangan Mustapa - Djazuli karena  NasDem menjunjung tinggi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

"Kita  tidak bisa mencabut usungan. Tindakan politik selanjutnya kami tentu  akan mengkonsolidasikan infratruktur partai dan mencermati aspirasi  rakyat Lampung untuk pilihan Cagub yang memenuhi ekspektasi publik dan  sesuai dengan platform Partai yakni Restorasi Indonesia," ujarnya.

Saat  ini, kata dia, konsentrasi Partai NasDem di Lampung adalah menjaga moral dan aspirasi pendukung Mustapa serta kader dan simpatisan partai untuk terus memperjuangkan agenda-agenda perubahan yang sudah dikampanyekan oleh Mustafa sebelumnya.

"Terkait dengan  lapangan kerja, menjaga keamanan lingkungan dan membagun infrastruktur  untuk kesejahteraan masyarakat Lampung," pungkasnya.