Bengkulu - Salah satunya penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu, adalah disebabkan karena meningkatnya tindak pencurian uang Negara (korupsi, red). Hal ini disampaikan anggota Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, dr. Anarulita Muchtar saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI ke Provinsi Bengkulu, beberapa waktu lalu Anarulita menyebutkan bahwa selama tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Bengkulu melambat. Namun, kondisinya berbeda saat ini, perekonomian Bengkulu mulai menggeliat, akan tetapi sulit ditingkatkan secara langsung. Bahkan masih berpotensi melambat bila kasus korupsi masih marak. Pada tahun 2017, lanjutnya, Bengkulu terpuruk disebabkan kasus korupsi, padahal kucuran anggaran APBN dan APBD cukup besar. “Korupsi membawa pengaruh yang besar, hal itu mengganggu percepatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu,†kata Ana. Agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat, maka dari sekarang tanamkan rasa memiliki khususnya SDM yang memangku jabatan di birokrasi. “Korupsi menjadi pekerjaan rumah yang berat di semua sektor untuk segera diselesaikan. Selain itu Bengkulu harus berani terbuka, maksudnya tingkatkan investasi. Semua pihak tidak lengah, harus terus melakukan perbaikan struktural. Ciptakan SDM yang produktif dan memiliki skil yang mumpuni,†jelas Ketua DPW Garnita Malahayati Partai NasDem Bengkulu. Selain itu kata Anarulita, seluruh program diguyur pusat harus disosialisasikan kepada masyarakat. Aparatur daerah dalam melaksanakan kegiatan mesti transparan dan setiap program benar-benar sampai ke warga. “Jangan sampai nyangkutnya banyak dan sampai ke masyarakatnya sedikit. Ya, SDM itulah kuncinya. SDM yang tahu harus berusaha sampaikan program hingga pro masyarakat, begitu juga SDM di bawah, harus lebih proaktif, bertanya jangan sampai dicurangi dari kebijakan,†ujar Anarulita. Sumber: http://restorasibengkulu.com/korupsi-meningkat-ekonomi-melambat/