KTT ABU Jangan Sekadar Singgah di Indonesia

26 APRIL 2016, 15:49:00 WIB 2 MENIT BACA 979
Jakarta – Anggota Komisi I DPR Bachtiar Aly meminta Radio Republik Indonesia (RRI) berperan aktif dalam momen Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Broadcasting Union (KTT ABU) Oktober mendatang di Bali. Peran yang bisa diambil di antaranya menginisiasi tema forum sesuai kepentingan nasional. Hal ini perlu ditempuh, menurut Bachtiar, agar KTT ABU menghasilkan pemikiran substantif bagi kepentingan nasional, regional, dan internasional. Selain menginisiasi topik, politisi Partai NasDem asal Aceh ini menekankan bahwa Indonesia harus membuat rekomendasi-rekomendasi untuk dijadikan keputusan bersama. “Kita usulkan topik besarnya apa, nanti kita elaborasi dengan butir-butir rekomendasi. Kita harus ambil inisiatif, jangan menunggu saja. Dengan begitu, KTT ABU tak hanya mampir di sini saja. Agenda setting itu perlu, dan itu didesain untuk mempengaruhi audiens,” ungkap Bachtiar Aly dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR dengan RRI di komplek parlemen, Jakarta, Selasa (26/04). Rencananya, KTT ABU akan dihadiri 20 negara, dengan kategori keanggotaan penuh seperti Indonesia, maupun negara dengan keanggotaan tidak penuh seperti Malaysia, Korea, dan Bangladesh. Perhelatan tahunan ini direncanakan dengan anggaran mencapai 15 milyar rupiah, dengan mengambil tempat di Bali. Pertimbangan memilih Bali sebagai lokasi pertemuan ini sempat menjadi perdebatan. Pasalnya, pihak RRI menyebut pilihan lokasi ditentukan atas pertimbangan budaya, di mana Bali dianggap sebagai daerah yang konsisten menjaga budaya Indonesia. “Saya tidak setuju Bali dikatakan tempat yang konsisten menjaga budaya Indonesia seperti yang ada di makalah bapak. Emang daerah lain tidak mejaga budaya Indonesia?” Protes Bachtiar. Meskipun begitu, pada dasarnya Bachtiar dan Komisi I DPR tak ada yang menyanggah penetapan Bali sebagai lokasi KT ABU. Untuk mengakomodasi berbagai aspirasi, akhirnya pertimbangan memilih Bali ditetapkan atas dasar ketersediaan aksesibilitas dan fasilitas.