SURABAYA (27 Mei): Anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin, menerima keluhan siswa dan orangtua terkait penahanan ijazah oleh sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan. Informasi itu diperoleh saat kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di Surabaya, Jumat (22/5/2026).Dalam pertemuan tersebut, sejumlah orangtua mengaku belum dapat mengambil ijazah anak mereka karena terkendala biaya administrasi sekolah. Kondisi itu dinilai sangat memberatkan, terutama ketika ijazah dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan.Salah seorang wali murid menyampaikan, kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil menjadi penyebab utama tunggakan biaya sekolah. Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup, mereka berharap ada kebijakan yang lebih bijaksana agar siswa tetap dapat memperoleh hak atas dokumen pendidikan mereka.“Kami memahami ada kewajiban administrasi, tetapi kami juga berharap sekolah dapat mempertimbangkan kondisi keluarga yang benar-benar kesulitan. Ijazah sangat dibutuhkan anak untuk masa depannya,” ujar salah satu orangtua siswa.Sementara itu, para siswa mengaku khawatir karena belum memegang ijazah asli sehingga kesulitan saat mendaftar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.Menanggapi aspirasi tersebut, Lita bersama tim bergerak cepat membantu orang tua untuk menebus ijazah siswa agar mereka tidak kehilangan kesempatan kerja dan pendidikan.“Jangan sampai persoalan biaya membuat anak-anak tertahan dan gagal memperoleh haknya. Ijazah bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi kunci untuk membuka akses kerja, pendidikan, dan kehidupan yang lebih layak," tandas Lita.Legislator Fraksi Partai NasDem Dapil Jatim I itu menegaskan, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi masa depan anak-anak."Hak siswa harus dijaga, dan negara maupun semua pihak terkait tidak boleh membiarkan masa depan mereka terhambat hanya karena ketidakmampuan ekonomi,” tegasnya.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong solusi nyata atas persoalan pendidikan yang dihadapi warga. (Nabil/*)