Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia hanya Nikmati Listrik 3 Jam Sehari

27 AGUSTUS 2025, 06:00:00 WIB 2 MENIT BACA 1061
Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia hanya Nikmati Listrik 3 Jam Sehari

JAKARTA (27 Agustus): Anggota Komisi XII DPR RI, Gulam Mohamad Sharon, menyoroti ketimpangan pasokan listrik di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Di sejumlah daerah perbatasan, masyarakat hanya bisa menikmati listrik selama tiga jam per hari, sementara Malaysia justru kelebihan pasokan listrik.

“Teman saya di Malaysia cerita mereka kelebihan listrik. Tapi mirisnya, daerah perbatasan kita justru masih gelap dan kesulitan listrik,” kata Gulam dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR dengan Dirut PLN Darmawan Prasodjo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Ia mencontohkan beberapa daerah di Kalimantan Barat yang hanya dapat mengakses listrik tiga jam sehari. Di antaranya Kecamatan Badau di Kapuas Hulu, Kecamatan Entikong di Sanggau, dan Kecamatan Ketungau di Sintang.

Legislator NasDem dari Dapil Kalimantan Barat II (Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, Sanggau, Sekadau, dan Sintang) itu mengatakan, kondisi tersebut berdampak besar bagi masyarakat, terutama anak sekolah yang kesulitan belajar dan mengakses internet. 

Gulam menegaskan bahwa keterbatasan listrik bukan hanya soal kebutuhan dasar namun juga menyangkut masa depan generasi bangsa. 

“Kalau PLN kesulitan, pihak swasta bisa lebih lincah. Malaysia terang benderang, sementara Indonesia yang hanya berjarak satu hingga dua kilometer masih gelap gulita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gulam berharap akses listrik di perbatasan negara dapat segera diperbaiki sehingga masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di garis terluar, bisa merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata. (Yudis/*)