Jakarta - Dalam menetapkan pasangan calon kepala daerah, Partai NasDem selalu konsisten di jalur politik tanpa mahar. Sikap ini merupakan cara baru dalam berpartai yang ditunjukkan oleh NasDem saat mengukur kekuatan pasangan calon yang akan diusung di pilkada serentak 2018 mendatang. Terkait hal ini, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, Partai NasDem telah melahirkan budaya politik baru. Budaya tersebut menurutnya merupakan praktik politik yang harus diadopsi dalam sistem demokrasi saat ini. “Pasca Bung Karno tidak ada lagi politik gagasan yang muncul. Politik hanya sekedar perebutan kekuasaan. Dan Partai NasDem telah membuktikannya (politik gagasan tersebut),†ujarnya saat menjadi pembicara dalam diskusi pemenangan pemilu Partai NasDem Kota Makassar, Selasa (25/4). Dalam kunjungan singkatnya bersama jajaran DPP tersebut, Viktor kembali menegaskan bahwa politik tanpa mahar Partai NasDem tidak hanya diperuntukan kepada calon kepala daerah. NasDem terbuka untuk umum dan gratis bagi siapapun yang siap bertarung pada Pemilu Legislatif tahun 2019 nanti. Dijelaskannya, saat melakukan penjaringan bakal calon anggota legislatif (bacaleg), Partai NasDem mempunyai program "NasDem Memanggilâ€Â. Gagasan ini dibuat sebagai upaya dalam merekonstruksikan ruang dan waktu bagi siapapun yang ingin maju sebagai wakil rakyat di semua level, baik daerah maupun pusat. Sebagai partai modern, NasDem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat. NasDem ingin menjadi rumah dan partai politik bagi siapapun. Prinsip yang ingin NasDem tunjukan adalah partai ini bukan hal yang esklusif tapi, inklusif partisipasif.