Jakarta – Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella menyambut positif bergabungnya Partai Amanat Nasional menjadi bagian koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, langkah politik yang sudah diambil oleh PAN merupakan keputusan yang benar dan berani. Meski tidak mengubah peta politik yang signifikan, namun Rio menilai, merapatnya PAN akan memudahkan seluruh kebijakan pemerintah. “Selamat atas bergabungnya PAN. Kita apresiasi PAN masuk kedalam partai pro pemerintah. Seluruh kebijakan akan sangat mudah diketok di DPR. keputusan PAN menunjukan sikap kenegarawanan dalam membangun negeri,” tuturnya‎ saat diwawancara melalui telepon seluler, Rabu (2/9). Sebelumnya, PAN sudah menjalani komunikasi politik, bahkan sebelum Pemilu ketika Soetrisno Bachir masuk kedalam tim pemenangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014. Selain itu, sinyalemen lain juga muncul ketika kongres PAN dimenangkan oleh Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai Ketua MPR. Namun apapun alasannya, Rio lebih menekankan keberadaan visi yang sama dengan partai pendukung pemerintah. Inilah yang menurutnya menjadi benang merah yang menyambungkan ikatan PAN dengan KIH dan berharap ikatan ini bisa berdampak positif di parlemen. "Kita melangkah bersama supaya parlemen dan pemerintah berada dalam suasana yang lebih baik,” ungkapnya. ‎Senada dengan Rio, Sekretaris Fraksi Syarief Alkadrie menyambut ‎baik keputusan PAN. Menurutnya, sudah saatnya seluruh komponen bersatu-padu membangun membangun bangsa dan tidak memaksakan dan kepentingan kelompok saja. "Saat ini sangat diperlukan kekuatan besar juga untuk mengawal segala kebijakan pemerintah untuk kepentingan rakyat. Sudah saatnya kita bersama-sama saling merangkul membangun bangsa ini," ujar Syarief. Seperti diketahui, siang hari tadi Ketua Umum Zulkifli Hasan hadir di Istana Negara dan menyatakan secara resmi partainya bergabung dengan koalisi pendukung pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan langsung usai mengadakan pertemuan tertutup dengan Jokowi. Ketika disinggung adanya reshuffle jilid II guna mengakomodasi kader PAN untuk duduk di kursi Kementerian, Rio Capella tidak menampik kemungkinan itu. Ia menyerahkan keputusan tersebut kepada presiden karena itu hak prerogeratif presiden Joko Widodo. “Kemungkinan itu bisa terjadi, namun itu hak prerogatif presiden,” kata Rio menutup perbincangan.