Jakarta – Sejak sore hari, Rabu (12/4), Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di Gondangdia Lama dipenuhi ratusan pendukung Ahok-Djarot. Para relawan tersebut terdiri dari beberapa komunitas relawan dari sekitar Jakarta seperti dari Patriot Badja, Muda-mudi Ahok, PBS Badja, Koki 4 Badja, Kita Ahok, Komunitas UKM pendukung Ahok, Komunitas Amarta, dan Badja Darma. Mereka kompak mengenakan baju kotak-kotak, khusus untuk nonton bareng (nobar) debat final Calon Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh DPW Partai NasDem DKI Jakarta bekerja sama dengan Jasmev Jakarta.  Acara semakin hangat, saat komik stand up comedy Mongol memandu acara. Ilo Sanre, salah satu Koordinator Jasmev Jakarta mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan diluar kebiasaan. Sebab, biasanya Jasmev mengadakan acara nobar di Rumah Lembang. “Berkat dukungan penuh dari DPW Partai NasDem DKI Jakarta, nobar ini akhirnya diselenggarakan di markas besar NasDem†paparnya. Sebelum menginjak acara debat, nobar diisi dengan talkshow terkait transportasi publik di Jakarta. Dipandu Ivan Hoe, talkshow ini menghadirkan Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung, Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Bestari Barus, Nusron Wahid, dan Ade Armando. Martin menyatakan, pembangunan fisik transportasi publik yang masif di Jakarta merupakan sinyal positif. Jakarta yang sedang getol membangun Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan penambahan bus Transjakarta, dianggap Martin sebagai kemajuan yang luar biasa. “Penambahan jalan raya bukan solusi, tapi pembangunan infrastruktur transportasi itulah yang tepat. Jamannya Ahok, Transjakarta mengubah bisnya dari yang merk Zong Thong menjadi Scania dari Eropa. Bukan hanya itu, LRT juga MRT sedang dibangun,†jelasnya. Senada dengan itu, Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Bestari Barus menilai perkembangan Transjakarta sangat baik. Bus pengumpan Transjakarta ke depannya akan langsung masuk ke kawasan perumahan masyarakat yang bekerja sama dengan Kopaja dan Mikrolet. Transportasi terintegrasi ini akan segera dieksekusi jika Ahok dan Djarot segera setelah terpilih kembali. “Keamanan Transjakarta terus ditingkatkan, sehingga tidak akan ada penyanderaan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Bahkan kami di Banggar lagi merumuskan pemilik rekening di Bank DKI gratis naik Transjakarta," ujarnya.