Pemerintah Disarankan Percepat Uji Klinis Sambiloto

10 MARET 2021, 22:20:11 WIB 2 MENIT BACA 833
Pemerintah Disarankan Percepat Uji Klinis Sambiloto

JAKARTA (11 Maret): Vaksin yang lebih dulu berhasil bukan berarti menjadi pahlawan utama. Karena penduduk Indonesia ada 260 juta lebih, sehingga tidak cukup hanya satu jenis vaksin nasional.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi saat mengikuti Raker Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan yang diwakili Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono, Rabu (10/3).

"Jadi ketika nanti Vaksin Nusantara ataupun Vaksin Merah Putih disetujui WHO, ini akan mempercepat proses vaksinasi di Indonesia," ujar Nurhadi.

Wakil rakyat dari dapil Jawa Timur VI (Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar) itu juga berpendapat bahwa selama ini herbal Indonesia belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri, beda jauh jika dibandingkan dengan Cina.

Dia menyarankan agar pemerintah mempercepat uji klinis sambiloto. Di Thailand, lanjut Legislator NasDem itu, sambiloto sudah melalui uji klinis yang kedua, tinggal satu uji klinis lagi. Kalau sampai sambiloto nanti bisa melalui uji klinis yang ketiga, berarti Thailand sudah mendahului Indonesia.

"Jangan sampai kita ini yang punya banyak sekali stok sambiloto malah kita ekspor ke Thailand. Lalu nanti kita impor dari Thailand produk jadinya. Ini kan jadi lucu. Karena dengan obat herbal, selain untuk menekan gejala Covid-19 agar tidak menjadi parah, yang kedua yaitu untuk mendongkrak ekonomi kita melalui kebijakan mencintai produk-produk lokal," kata Legislator NasDem tersebut.

Terkait sambiloto, Menristek Bambang Brojonegoro menjelaskan bahwa saat ini LIPI sudah melakukan design uji klinis dan sudah melakukan untuk satu produk dari farmasi besar, yang mencoba menawarkan obat herbal yaitu kombinasi jahe merah, meniran, dan sambiloto. Sudah dilakukan uji klinisnya di wisma atlet, dan saat ini sedang menunggu izin dari BPOM.(RO/*)