Penting, Parpol dan Media Cegah Bangkitnya Politik Indentitas

02 MEI 2017, 04:37:44 WIB 3 MENIT BACA 949
Jakarta - Peranan media massa, baik cetak maupun elektronik, dinilai sangat penting karena memiliki pengaruh yang sangat besar. Pengaruh ini terutama terhadap dinamika politik di tanah air. Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Syarif Abdullah Alkadrie menyitir, media telah menjadi pilar keempat demokrasi. Media Talk-Fraksi NasDem-Sinergitas Parpol dan Media di Tengah Bangkitnya Politik Identitas 3Hal tersebut disampaikan Syarif saat memberikan pengantar dalam acara Media Talk bertajuk "Sinergi Parpol dan Media di Tengah Bangkitnya Politik Identitas" di Ruang Sidang Utama Fraksi Partai NasDem, gedung Nusantara I Lt. 22, Kompleks Parlemen, Senayan, Jum'at (28/4). "(Ternyata) sekarang di Indonesia, kekuatan lembaga negara bertambah satu lagi, yakni media. Karena dengan media ini bisa merubah (kebijakan)," ujarnya. Lebih jauh Syarif mengatakan saat ini media tidak hanya memberikan informasi tetapi telah menjadi kekuatan yang bisa menekan sebuah kebijakan politik. "Apa yang sudah menjadi keputusan kita di DPR, itu bisa diubah oleh media. Dahsyatnya seperti itu," tuturnya. Media Talk-Fraksi NasDem-Sinergitas Parpol dan Media di Tengah Bangkitnya Politik Identitas 2Oleh sebab itu dia berharap, segala pemberitaan atau informasi yang dihasilkan oleh institusi media harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan menjadi provokasi bagi publik. "Ke depannya media, kita harusnya menjadi partner, terutama mengatasi kondisi kebangsaan kita yang semacam ini. Ini perlu pemikiran kita bersama, karena kita kemerdekaan itu berdasarkan kebersamaan, tidak boleh ada satu identitas yang klaim. Saya sedih juga melihat hal-hal yang memecah-belah. Politik identitas ini akan menggerus kebangsaan kita, perlu ini menjadi perhatian," tandasnya. Sementara itu Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Arfi Bambani yang hadir dalam acara tersebut menerangkan, saat ini tidak hanya media formal (elektronik maupun cetak) yang memiliki kekuatan. Ada satu lagi kekuatan yang bahkan lebih kuat dari media konvensional di tengah-tengah masyarakat yakni media sosial. "Saya perlu update, (tadi) Pak Syarif berbicara media sebagai institusi negara keempat. Kalau saya boleh bilang ada yang kelima,  social media (socmed). Sekarang ini dengan socmed, setiap orang bisa jadi media," tutur chief content officer (CCO) selasar.com ini. Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Arfi Bambani-Media Talk-Fraksi NasDem-Sinergitas Parpol dan Media di Tengah Bangkitnya Politik Identitas 3Menurut Arfi, kekuatan kelima ini jauh lebih dahsyat. Jika tidak diantisipasi dan digunakan secara tidak baik, dapat menghasilkan pemberitaan negatif dan tidak akurat (hoax) yang tersebar di ruang publik. "Kalau kita tidak mengantisipasi, tidak hati-hati, arahnya bisa buruk. Kalau kita tidak menjaga yang ini. Hoax dan segala macam-macam informasi bisa berkembang karena semua orang bisa menjadi media. Di mana dalam bekerja tidak memiliki standar tertentu. Mereka tidak layaknya jurnalisme yang memiliki kode etik jurnalistik. Sehingga terkadang menyebarkan informasi yang cenderung tidak terverifikasi," jelasnya. Membuktikan kekuatan medsos, Arfi menggambarkan bagaimana peran besar media sosial di kalangan  dalam pilpres AS yang dimenangkan Donald Thrump beberapa waktu lalu. Padahal, jelas dia, apa yang didapatkan melalui laman Facebook atau linimasa mereka belum tentu informasi yang benar. Namun, anehnya hal itu diyakini oleh masyarakat sebagai bentuk hasil jurnalistik. Manajer Media Center Fraksi Partai NasDem Virgie Baker-Media Talk-Fraksi NasDem-Sinergitas Parpol dan Media di Tengah Bangkitnya Politik Identitas"Ada riset kemudian setelah pilpres AS, menyebutkan 60-70 % warga Amerika mempercayai hoax itu sebagai sebuah berita. Itu orang Amerika! Saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang Indonesia memperlakukan informasi semacam itu juga di sini. Ketika tradisi media dan literasi kita belum sepanjang Amerika yang telah ratusan lamanya," ujarnya. Selain perwakilan AJI, acara yang dipandu oleh Manajer Media Center Fraksi Partai NasDem Virgie Baker itu juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari beberapa media elektronik, cetak maupun online, seperti Metro TV, CNN Indonesia, liputan6.com, RMOL, Media Indonesia dan Rakyat Merdeka. Acara ini sendiri rutin diselenggarakan secara berkala oleh Media Center dengan tujuan menjalin komunikasi dan menerima masukan dari insan pers bagi Fraksi Partai NasDem serta 36 anggotanya selama dua tahun ini di Senayan.