Jakarta – Sekretaris Jenderal Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) Irma Suryani Chaniago menyatakan perempuan dalam parlemen harus mampu berkomunikasi politik yang baik, punya startegi politik, dan memahami postur anggaran. “Saya selalu sampaikan bahwa perempuan itu akan dianggap cerdas oleh masyarakat ketika dia bicara baik. Dia bisa mengaktualisasikan dirinya dengan komunikasi yang baik, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut kita itu terstruktur ya,†ujarnya saat memberikan pengarahan kepada KPPRI Sumsel di ruang rapat Fraksi Partai NasDem, Rabu (12/4). Selanjutnya, perempuan parlemen juga harus jelas dalam menyampaikan sikap dan pandangannya. "Penguasaan masalahnya paham, baru penampilan. Sekian hal ini menurutnya harus di kuasai," imbuhnya. Irma juga menekankan, jangan mengkritisi tanpa solusi atau bahkan menjatuhkan nama baik seseorang. Kritik harus disampaikan secara elegan lengkap dengan solusinya. "Di komisi jangan diam, jadi follower saja, gak boleh,†tambahnya. Dia menandaskan, keberadaan KPP-RI ini bertujuan mengakselerasi demokrasi di Indonesia yang diimplementasikan dalam misi meningkatkan partisipasi perempuan dalam setiap proses pengambilan kebijakan publik. Termasuk ingin meningkatkan akses dan partisipasi perempuan dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi postur anggaran. “Intinya saya mau permpuan Indonsia itu pintar. Semoga ini menjadi bekal kita untuk menjadi anggota DPR yang lebih baik,†pungkasnya.