Jakarta – Nama Muhammad Riza Chalid dalam pusaran kasus “Papa Minta Saham†sampai hari ini cenderung tersembunyi, belum terangkat ke permukaan. Padahal, banyak indikasi menunjukkan peran Riza cukup penting dalam skandal lobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia itu. Rekaman yang beredar beberapa hari belakangan menunjukkan salah satu peran sentral boss minyak ini selaku pengatur strategi. Perannya diharapkan mampu mendesak presiden untuk mempercepat perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, sehingga kompensasi sahamnya bisa dibagi-bagikan. "Saya tahu Riza Chalid itu pengusaha ulung, karena saya juga pebisnis. Saya punya keyakinan yang mengatur semua itu adalah dia," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Nusantara I, Selasa (1/12). Menyinggung transkrip rekaman skandal lobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia itu, Slamet melihat Riza cukup aktif mempersiapkan manuvernya. Pemilik bisnis Kidzania itu bahkan berinisiatif mengusulkan pembagian saham antara presiden dan wakil presiden. Dia usul agar presiden mendapat bagian 11 persen saham, dan wakil presiden mendapat 9 persen. Dalam hemat Slamet, Riza sejauh ini banyak terkesan diam lantaran berusaha menutupi keterlibatan orang lain. Slamet yakin, skandal itu melibatnya banyak orang berpengaruh di dalamnya. Mereka itulah, orang-orang yang banyak memperoleh keuntungan dalam pemerintahan terdahulu, dan sekarang mencoba peruntungannya dalam pemerintahan Jokowi. Oleh karena itu, Slamet sangat mendukung rencana Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memanggil Riza Chalid dalam proses persidangan. Dia berharap, MKD akan mengorek rencana jahat yang dijalankan Riza Chalik, bersama aktor-aktor lain yang sejauh ini belum terungkap. "Riza Chalid harus berani ungkapkan kepada publik. Kalau tidak, ini hanya akan jadi dagelan saja,†pungkas politisi asal Madura ini.