JAKARTA (16 Maret): Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh memiliki banyak kemiripan berpikir dan tujuan politik dengan Presiden IV RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Keduanya memiliki semangat menjaga persatuan bangsa, menggandrungi pluralisme, restorasi, dan visioner. "Banyak pemikiran politik yang sama antara Gus Dur dan Pak Surya. Saya melihat ke duanya sama-sama memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, mengumandangkan semangat pluralisme atau ke-bhineka-an dan terukur dalam berpolitik," kata anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Aminurokhman, Selasa (16/3) di Jakarta. Anggota Komisi II DPR itu mengatakan, Gus Dur dan Surya Paloh kerap mengabaikan obsesi politik pribadi dan mengutamakan kemajuan bangsa. Dalam sejarah bangsa, Gus Dur lebih memilih menanggalkan kekuasaan demi menjaga keutuhan bangsa. "Gus Dur tidak ingin ada rakyatnya menjadi korban ketika dia mendapat amanah. Begitu pula Pak Surya, tidak terobsesi menjadi presiden sekalipun kaya potensi. Kearifan ini yang jarang kita temukan dalam sejarah," jelasnya. Kedua tokoh itu juga, lanjut Legislator NasDem itu, selalu dan tak lelah dalam menggelorakan semangat kemajemukan. Gus Dur dan Surya Paloh mengajak rakyat untuk saling menghormati antarsesama anak bangsa. Juga dalam tujuan politik, wakil rakyat dari dapil Jawa Timur II (Probolinggo-Pasuruan) itu menegaskan, Gus Dur dan Surya Paloh menggantungkan kepentingan nasional di atas hasrat pribadi. Pemikiran Gus Dur yang visioner dalam membangun bangsa, namun belum banyak yang bisa memahaminya saat ia menjadi presiden, kini dilanjutkan Surya Paloh. "Banyak lagi kesamaan pandangan keduanya yang menuntun saya melanjutkan perjuangan politik dari sebelumnya di PKB selama era Gus Dur kemudian ke Partai NasDem. Alasan saya cukup jelas berkhidmat untuk bangsa di NasDem karena saya punya frekuensi pemikiran yang sama dengan Pak Surya," pungkasnya. (MI/*)