Taruna Tewas, DPR Minta Kapolri Evaluasi SDM Akpol

26 MEI 2017, 07:39:00 WIB 2 MENIT BACA 901
Jakarta - Tewasnya Taruna Akpol, Mohammad Adam di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu mendapat sorotan anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Akbar Faizal. Dia meminta kepada Kapolri agar kejadian yang seperti dialami Adam tidak terulang di kemudian hari. “Kejadian tewasnya Taruna Akpol itu tidak bisa dibiarkan terjadi terus menerus,” katanya saat dimintai keterangan di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu, (24/5). Dia meminta Kapolri agar segera menuntaskan kejadian tersebut. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh terutama soal pembinaan akademi serta perekrutan terhadap SDM yang  akan ditugaskan di Akpol. Politisi NasDem ini mengusulkan agar dalam menempatkan para perwira polri yang akan menjadi pengasuh, haruslah personal yang telah memiliki  banyak pengalaman di seluruh lembaga pendidikan. "Saya kira bagaimana SDM yang ditugaskan di sana harus lebih terukur. Sebab di catatan saya, ada 15 pejabat Polri untuk ditugaskan di Akpol, untuk menjaga anak-anaknya. Kita tidak bisa membiarkan ini," ujar legislator Sulawesi Selatan II ini. Tidak itu saja, Akbar juga meminta agar segala bentuk hukuman fisik yang dilakukan dalam pendidikan akademi kepolisian dihentikan. Apalagi hal itu dilakukan oleh senior kepada  juniornya ketika dinilai melakukan kesalahan. “Hal ini sangat miris dan kita sayangkan masih ada ulah beberapa senior memperlakukan adiknya seperti itu,” tuturnya. Lebih jauh dia mengatakan, budaya kekerasan ini tidak boleh menjadi budaya di kalangan taruna Akpol.  Karena secara tidak langsung budaya ini bisa saja berbekas hingga saat para taruna itu lulus dan mengabdi kepada masyarakat. "Karena dari sinilah (Akpol) merupakan titik awal lembaga yang kita semua harapkan menjadi masa depan penegakan hukum, agar Polri jauh lebih baik lagi,” pungkasnya.