Dalam masa reses IV DPR tahun ini, Legislator asal Madura, Slamet Junaidi bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Sampang, (23/07). Dalam pertemuan ini, masyarakat menyampaikan masukannya kepada perwakilan mereka di DPR tersebut terkait optimalisasi koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Masyarakat yakin jika koperasi dapat berjalan baik, selain menggerakan roda perekonomian, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi tingkat pengangguran. Saat ini, banyak koperasi kecil di Sampang yang belum mendapatkan perhatian. Ketiadaan modal juga kurangnya pelatihan, menyebabkan terbatasnya SDM pengelola dalam mengelola koperasi. Koperasi di Sampang merupakan pilar pengembangan bagi UKM. Jenis koperasi yang dikelola adalah koperasi produksi, seperti koperasi ternak, susu, batik, garam, dan hasil perikanan. Selain di bidang koperasi, masyarakat Sampang juga memiliki pengelolaan obat herbal. Namun minimnya peralatan mesin yang canggih dalam membuat obat herbal, menyebabkan usaha ini sulit berkembang. Mereka berharap ada bantuan alat modern dari pemerintah, juga pembinaan dalam aspek sanitasi. Slamet mengatakan bahwa dua kelompok usaha ini dapat saling bersinergi dan saling memperkuat usaha yang digelutinya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama. Menurutnya, koperasi perlu didorong untuk menjalankan usaha produktif sehingga bisa berkembang. Ia juga memberi masukan kepada pengusaha obat herbal agar memproduksi produk yang memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yangBaik (CPOTB). Sehingga produk-produk dari Sampang mendapatkan tempat di pasar domestik, bahkan global. Untuk itu, ia menyadari bahwa penyuluhan terkait hal ini memang segera dibutuhkan. “Penyuluhan melalui CPOTB menyangkut banyak aspek di ataranya sanitasi dan higienis, produksi, sarana, dokumentasi pengawasan, dan manejemen mutu, serta penyimpanannya," terangnya. Politisi yang akrab Haji Idi ini menambahkan sebagai industri kecil, para pengrajin obat herbal diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Konsumen akan lebih menginginkan produk yang mutunya, keamanannya dan kesehatannya dapat terjamin, selain itu konsistensi mutu produk obat tradisional dapat bersaing dengan produk obat dari luar negeri, terutama yang saat ini marak beredar di pasaran.