Jakarta - Kamis menjelang petang, lobi hotel Borobudur di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta tampak ramai. Mereka adalah tamu undangan dari seluruh pelosok negeri, menghadiri puncak perayaan ulang tahun pertama Fraksi Partai NasDem. Para Menteri, anggota DPR, tokoh masyarakat, hingga warga awam berbaur dalam momen perayaan bertema "Satu Tahun Mengemban Amanah & Aspirasi Rakyat" ini. Tak heran karena acara inti dari perayaan ini adalah peluncuran buku "Aku Indonesia - 70 Narasi Kebajikan Anak Bangsa." Tujuh puluh kisah inspiratif yang tertuang dalam buku ini menuturkan karya dan perjuangan anak bangsa dalam mengartikulasi diri di tengah kehidupan bernegara. Dalam buku itu, karya-karya kebajikan publik dipahat oleh 70 anak bangsa dengan berbagai latar belakang sosial yang beragam. Ada yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga, atlet, pengusaha, ilmuwan, hingga profil karya kebajikan seorang presiden, Joko Widodo. Secara mendasar, buku ini berpesan bahwa setiap orang memiliki unsur profetik dalam dirinya, terlepas apa pun latar belakang sosialnya. Pukul 19.30 WIB, para hadir mulai memadati Flores Ballroom. Di dalamnya, tidak kurang dari seribu kursi terjajar rapi. Nuansa biru hasil dari efek visual membalut seisi ruangan dengan sempurna, memancarkan aura teduh di semua sisi ballroom. Sisi kanan, kiri dan depan ballroom dibungkus layar raksasa, dan di atas layar itulah tersaji tampilan-tampilan visual menakjubkan. Dengan perkakas motion picture yang canggih, tampilan visual itu bergerak secara ritmis, dan berubah-ubah secara tematik, menampilkan ragam spektrum dan citra panorama yang selaras dengan materi acara. [caption id="attachment_14840" align="aligncenter" width="599"] Penyerahan Buku "Aku Indonesia"[/caption] Tampak sekali mereka yang hadir menikmati sajian tersebut. Ini bisa terlihat saat "Indonesia Raya†berkumandang. Kekhidmatan begitu terasa dan menjadi atmosfer seisi ruangan. Dalam sesi itu, efek visual berupa kibaran Sang Saka Merah Putih menjulur-menggelombang secara estafet dari ujung kiri hingga ujung kanan ruangan. Pun ketika hymne  Partai NasDem terlantun. Kamera-kamera terbidik merekam lantunan lagu berikut visualisasi kekayaan Indonesia dan aktivitas Fraksi Partai NasDem. Efek visual ini terus berganti-ganti mengiringsi setiap sesi, mulai pra acara hingga penutupan. Beberapa tamu tampak terharu saat sesi pemutaran video tujuh tokoh inspiratif yang menampilkan profil tukang becak, hingga dokter dengan masing-masing karya kebajikan publiknya. Dalam pesan sambutan yang terpampang di atas layar, Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat berpesan, agar Partai NasDem terus melanjutkan estafet perjuangannya. Dia berharap, seluruh jajaran fraksi bisa menunjukkan kepada publik bahwa Partai NasDem tidak berdiri di atas pasir, tapi di atas batu-batu yang kokoh. Legislator dari Nusa Tenggara Timur itu berpesan agar para anggota Fraksi NasDem senantiasa menjauhkan diri dari politik transaksional dan tetap setia pada janji suci Restorasi Indonesia. Pada sesi sambutan ketua panitia, Prananda Surya Paloh menyampaikan kutipan berbagai narasi kebajikan para tokoh inspiratif. Dideskripsikannya refleksi kebangsaan Susi Susanti saat merebut medali emas di Olimpiade Barcelona 1992, dan juga beberapa tokoh lain yang termuat dalam buku “Aku Indonesia". Di akhir pidatonya, Prananda menyampaikan tugas mendesak jajaran Fraksi Partai NasDem di tengah merosotnya prestasi kebajikan publik para petinggi. Nanda mengutip pernyataan John F. Kennedy, tentang peran sastra, khususnya puisi dalam membersihkan noda-noda politik. “Partai NasDem, bersama Fraksi Partai NasDem adalah puisi itu, yang akan membersihkan politik dan kekuasaan dari praktik-praktik kotor,†tegas Prananda. Atas pertimbangan itulah, ulang tahun pertama Fraksi Partai NasDem dirayakan dengan peluncuran buku. Sampai saat ini, buku masih menjadi simbol sekaligus intisari tradisi literatur, kesusasteraan, dan keilmuan. Peluncuran buku Aku Indonesia – 70 Narasi Kebajikan Anak Bangsa menyiratkan pesan bahwa Fraksi Partai NasDem akan selalu mendekatkan diri pada tradisi literatur dan kelimuan. Dengan kedekatan itu, partai dan fraksi  akan berperan sebagai puisi yang membersihkan dunia politik dan kekuasaan, seperti disebut presiden legendaris Amerika Serikat, John F. Kennedy. Seolah menyempurnakan gasasan-gagasan pidato sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Dharma Paloh menyampaikan orasi politiknya. Dia mengenang pesan yang disampaikannya pada Viktor Laiskodat, saat terpilih menjadi Ketua Fraksi Partai NasDem. Dalam pesannya, Surya menitip mandat kepada Viktor untuk mengembalikan persepsi publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat. Berbagai penyelewengan kekuasaan, pelecehan otoritas, telah menghempas martabat lembaga tinggi negara itu ke bawah tilam. “Tugas Fraksi Partai NasDem, mengembalikan pandangan masyarakat yang negatif terhadap DPR, menjadi lebih positif,†jelas Surya Paloh. Lebih lanjut, Surya menegaskan bahwa keterbelakangan terburuk dari sebuah bangsa, adalah keterbelakangan adab, keterbelakangan budaya, dan cara berpikir. Semiskin apa pun sebuah bangsa, akan tergerak perekonomiannya, jika manusia-manusianya berpikir maju, berperadaban maju. Dia menempatkan titik pemikiran itu untuk merefleksikan kondisi Indonesia hari ini. Negeri yang sangat kaya sumber daya alam, dengan populasi manusia berlimpah ini masih harus berjibaku membentuk jati dirinya. “Ada satu pertanyaan mendasar yang harus kita jawab, apa yang kita banggakan sebagai warga bangsa Indonesia?†ungkap Surya dengan khidmat. Terkait persoalan itu, pria kelahiran Aceh ini mengajak seluruh kadernya lebih gigih menjadi pejuang-pejuang peradaban. Dalam hemat Surya, seseorang baru akan menjadi pribadi paripurna jika bisa menyatukan kualifikasi profesional dan moralnya. Dengan profesionalitas dan moralitas itu, kader-kader Fraksi Partai NasDem akan menjadi pejuang-pejuang tangguh, dalam membangun Indonesia menjadi negeri beradab dan bermartabat di panggung dunia. Yel-yel dan sorak-sorai menggelora di sela-sela dan seusai pesan-pesan politik Surya Paloh. Pasca penyampaian pesan-pesan politik, Surya Paloh didampingi Viktor Laiskodat secara simbolis menyerahkan bukuAku Indonesia – 70 Narasi Kebajikan Anak Bangsa kepada tujuh tokoh. Mereka antara lain Seskab Pramono Anung, Ketua DPR Setya Novanto, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Ketua Umum Golkar Agung Laksono, Ketua Komisi I Mahfud Sidiq, dan Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap. Acara ditutup dengan lagu “Indonesia Jaya†dan “Negeriku†yang dilantunkan secara apik oleh Putri Ayu. Lagu yang menceritakan optimisme dan kekayaan Indonesia ini kembali mengajak para tamu untuk berefleksi kembali, mengenai tugas-tugas yang sudah dan akan terus ditempuh guna memajukan Indonesia. Pendar antusiasme dari wajah-wajah mereka yang hadir mengguratkan sebuah harapan bahwa mereka akan turut menambah narasi-narasi kebajikan anak bangsa. Tentu, semua berharap bahwa setiap pembaca buku itu, akan turut memperbanyak narasi-narasi kebajikan anak bangsa, sesuai makna yang diharap dari perayaan ulang tahun pertama Fraksi Partai NasDem ini. Semoga.