Antara Bisa seperti Aljazeera jika Ada Dukungan Pemerintah

11 JUNI 2015, 10:41:50 WIB 2 MENIT BACA 1245

Jakarta – Keberadaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara tengah berada pada titik tersulit saat ini. Persaingan yang ketat dengan kantor berita swasta, menjadi musababnya. Anggota Komisi I Fraksi NasDem Bachtiar Aly mengkritisi Antara yang belum bisa agresif dalam melihat tren di masyarakat. Ia menyayangkan kondisi ini karena LKBN Antara memiliki pengalaman yang panjang dalam jurnalisme, yakni sejak 1937.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi Pusat (KIP), Dewan Pers, dan LKBN Antara, Rabu (10/06) kemarin. Ketika ditemui selepas raker, Bachtiar mengemukakan bahwa produk jurnalistik Antara sekarang ini kurang gereget.

“Terjadi pergeseran yang signifikan, jika dibandingkan dulu dan sekarang. Masa lalu, Antara selalu menjadi rujukan pemberitaan nasional maupun internasional karena kapasitasnya sudah mumpuni sebagai kantor berita. Geregetnya semakin berkurang karena bersaing juga dengan media lain. Padahal ‘kan Antara itu hebat sebenarnya karena lembaga berita yang telah berdiri sejak 1937.”

Nostalgia sebagai media perjuangan di masa silam, menurut Bachtiar, harus dihilangkan karena masanya sudah berbeda. Politisi yang juga Guru Besar FISIP UI ini mendorong Antara mengubah mindset agar dapat mengejar ketertinggalan, karena persaingan antar kantor berita tak bisa dihindari. Ia tak menginginkan Antara kehilangan fungsinya dan diambil alih oleh lembaga lain, karena tak menunjukkan kemajuan yang signifikan.

“Mari kita lihat contoh kantor berita nasional di negara lain. Misalnya, Aljazeera. Mereka memiliki trademark yang baik. Seluruh kantor berita luar negeri bekerja sama dengan Aljazeera karena korespondennya tersebar, bukan hanya di timur tengah, namun juga internasional,” paparnya.

Namun Bachtiar menyadari dukungan pemerintah menjadi penentu. Menurutnya belum ada upaya maksimal dari pemerintah agar Antaradapat memiliki kapasitas seperti Aljazeera.

“Jika ingin Antara dapat seperti Aljazeera, paling tidak, pemerintah harus merealisasikan tiga skala prioritas untuk Antara, yakni dukungan finansial, Sumber Daya Manusia (SDM), dan teknologi. Tanpa itu, sangat mustahil,” tambahnya.