Balai Karantina Papua Selatan Benteng Utama PSN Pangan

07 MEI 2026, 06:38:57 WIB 2 MENIT BACA 244
Balai Karantina Papua Selatan Benteng Utama PSN Pangan

MERAUKE (7 Mei): Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah, mendesak modernisasi laboratorium dan penguatan pengawasan di Balai Karantina Papua Selatan untuk mengamankan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Menurutnya, fasilitas laboratorium yang modern merupakan kebutuhan mendesak guna memberikan jaminan pengujian internasional bagi komoditas pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Penguatan pengawasan di wilayah perbatasan juga menjadi perhatian, khususnya pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dan PLBN Sota,” ujar Sulaeman saat kinjungan di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Papua Selatan, Badan Karantina Indonesia (Barantin), di Merauke, Papua Selatan, Rabu (6/5/2026).

Sulaeman menambahkan, ketatnya pengawasan di gerbang negara sangat krusial bagi keamanan hayati. 

“Peran strategis perbatasan sebagai pintu keluar masuk komoditas menuntut pengawasan yang ketat, guna mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit,” tegasnya.

Sulaiman menyoroti potensi masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat mengancam PSN seperti tebu, padi, dan jagung. 

Selain itu, ia mendorong percepatan dukungan sarana agar komoditas ekspor lokal seperti gelembung ikan, pinang, dan cabai memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, mengamini bahwa laboratorium yang andal adalah kunci deteksi dini penyakit zoonosis seperti African Swine Fever (ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kondisi ini mengharuskan laboratorium semakin siap dan responsif, sehingga kebijakan karantina yang diambil tepat dan berbasis risiko,” ujar Irsan. (Mukhtarom/Yudis/*)