Jakarta - Fraksi Partai NasDem menggelar acara Buka Bersama di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak dan Wanita Tangerang, pada Senin (19/06). Melanjutkan apa yang sudah dilakukan tahun kemarin, acara buka puasa bersama yang diselenggarakan mengambil tempat di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak dan Wanita Tangerang. Nining Indra Shaleh, selaku Sekretaris Jenderal Fraksi Partai NasDem mengatakan bahwa bukan tanpa alasan Fraksi NasDem kembali memilih Lembaga Pemasyarakatan (LP) sebagai tempat digelarnya buka bersama. Sebagaimana tahun kemarin yang melangsungkan buka puasa bersama di Rumah Tahanan Pondok Bambu. Fraksi NasDem ingin berbagi kebahagiaan dengan penghuni LP Anak Wanita di Tangerang pada Ramadhan kali ini. "Mengapa kita memilih Lembaga Pemasyarakatan,tentunya Fraksi melihat bahwa mereka yang dipandang kurang beruntung bukan saja kaum fakir dan miskin atau kalangan yatim piatu saja. Rasanya, sudah banyak kalangan yang mengulurkan derma dengan belas kasihnya kepada kalangan tersebut," tambahnya. Nining, menambahkan stigma sebagai pesakitan atau sampah masyarakat tentu menjadi beban tersendiri bagi mereka. Sadar atau tidak sadar, masyarakat dan juga kita pada umumnya akan menempelkan stigma itu kepada mereka. Parahnya, stigma itu tidak akan luntur jika pun mereka telah menjalani masa hukumannya. "Mungkin benar mereka layak mendapatkan balasan itu. Sebagian mungkin menyebut itu sebagai hukuman sosial bagi mereka. Namun justru itulah letak ’kefakiran' mereka," tambahnya. Masih menurutnya buka puasa bersama warga LP adalah sebentuk pengakuan terhadap keberadaan mereka dari Fraksi NasDem. Inilah rasanya bentuk kasih sayang terindah yang ingin diberikan oleh Fraksi di bawah kepemimpinan Viktor Laiskodat ini. "ltulah mengapa tema buka puasa bersama kali ini mengambil tema, ‘Menjalin Kasih, Merekat Persaudaraan untuk Restorasi Indonesia’," pungkas Nining mengakhiri. Aneka ragam acara dari anak buah ‘Jeger’ Acara buka bersama di LP Anak Wanita Tangerang sendiri berjalan meriah. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut diisi dengan berbagai sajian dari warga LP. Ada nyanyian, tari-tarian, pagelaran drama, pembacaan puisi, hingga qiroatul Quran. Gemuruh tepuk tangan diselingi gelak tawa selalu terlontar dari ratusan hadirin yang memenuhi aula LP. Momen yang paling mengharukan adalah saat warga LP memberikan penghargaan mereka kepada Kepala LP (Kalapas) Prihartati. Sambil menyanyikan lagu ‘Semua karena Cinta’ yang sudah digubah, mereka memberikan karangan bunga sebagai ungkapan rasa terima kasih atas segala perlakukan dan bimbingan yang sudah mereka terima selama ini. “Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini/ Bukan karna kuat dan hebatku// Semua karena Jeger, semua karena Jeger/ Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih Jeger//†‘Jeger’ adalah nama lain dari Kalapas Prihartati. Sosok yang baru bertugas selama lima bulan di LP Anak Wanita ini telah mengubah warna LP yang tadinya kaku menjadi begitu manusiawi. Warga LP diperlakukan dengan pendekatan hati, bukan semata status narapidana. Awalnya, Prihartarti sempat mendapati warga LP yang berkelahi. Menyikapi hal tersebut dia mengultimatum bahwa warga yang melakukan itu lagi akan dihukum di septic tank. “Tidak ada lagi yang jadi jeger di sini. Satu-satunya jeger di sini adalah saya,†ungkap Prihartati menceritakan awal mengapa dirinya dipanggil dengan sebutan Jeger. Kecintaan warga kepada sosok Jeger memang begitu tampak. Saking cintanya warga sampai-sampai ada yang tidak ingin untuk keluar Lapas. “Seneng dengan suasana di sini katanya,†terang Jeger. Acara buka bersama yang penuh keakraban ini diakhiri dengan nasehat agama yang disampaikan oleh imam masjid Hasyim Asyari Daan Mogot KH Zuhri Yaqub dan buka bersama dengan hidangan sop buntut khas Hotel Borobudur, Jakarta.