JAKARTA (1 Desember): Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Uni Eropa, Ratih Megasari Singkaru, mengungkapkan, kemudahan akses visa menjadi salah satu poin yang paling menarik perhatian, terutama mengingat tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap perjalanan internasional.Hal tersebut disampaikan Ratih seusai pertemuan Interfaith Dialogue dengan delegasi Parlemen Uni Eropa di Ruang Delegasi DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/2025).“Tadi kita membahas terkait visa, yang nantinya akan ada kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk mengunjungi negara-negara anggota Uni Eropa. Ini merupakan hal luar biasa, terutama bagi masyarakat yang gemar traveling,” jelas Ratih.Selain isu mobilitas, dialog itu juga menyoroti karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan budaya, agama, dan bahasa. Delegasi Uni Eropa, menurutnya, menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap bagaimana Indonesia dengan latar belakang keberagaman yang begitu luas, tetap dapat hidup dalam suasana rukun dan harmonis.Anggota Komisi X DPR RI itu juga mengungkapkan, bahwa harmoni Indonesia tidak terlepas dari peran Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman nilai yang dipegang oleh seluruh masyarakat.“Kami menyampaikan bahwa Indonesia bisa hidup harmonis karena berpegang teguh pada Pancasila. Nilai-nilai ini menuntun kami untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai,” papar Ratih.Delegasi Uni Eropa memberikan apresiasi atas penjelasan tersebut dan mengakui bahwa pendekatan Indonesia terhadap keberagaman dapat menjadi model inspiratif bagi banyak negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam menjaga kerukunan sosial.Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membahas bagaimana kerja sama antarparlemen dapat diperkuat, terutama dalam bidang dialog lintas agama, pembangunan inklusif, dan penguatan nilai toleransi di tingkat global. Melalui forum itu, DPR RI berharap dapat membuka peluang komunikasi yang lebih intensif dan kolaboratif bersama Uni Eropa, baik dalam isu sosial, budaya, maupun kebijakan mobilitas.Ratih menaruh harapan, pertemuan ini dapat memperkuat hubungan bilateral serta memperluas upaya bersama dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi.“Semoga cara hidup kita di Indonesia, dengan menghargai keberagaman dan menjunjung harmoni, dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain. Apa pun latar belakang, agama, dan bahasa, kita bisa tetap hidup berdampingan,” tukasnya. (dpr.go.id/*)