Jakarta - Acara buka puasa bersama adalah acara paling populer di negeri ini setiap bulan Ramadan tiba. Berbagai kelompok sosial semarak mengadakannya, minimal satu kali selama bulan tersebut. Tampaknya, memang ada keindahan tersendiri saat berbuka puasa diadakan secara bersama-sama. Apalagi bagi masyarakat Nusantara yang dikenal guyub, buka bersama adalah acara yang punya kesan dan pesan tersendiri. Kesan itu berupa kedekatan antara satu individu dengan individu yang lain. Di sini, acara buka puasa bersama menjadi ruang interaksi baru bagi anggota kelompok sosial. Interaksi yang mendekatkan satu sama lain, tidak hanya berupa fisik namun juga interaksi batin. Sementara pesan yang tersimpan adalah pesan persaudaraan antara sesama umat manusia. Saat bersama dalam momen berbuka puasa, semua orang tidak akan jauh berbeda. Semua menyantap hidangan yang sama pada saat yang sama dengan kelegaan yang sama pula. Partai NasDem telah melakukan hal itu di awal-awal bulan penuh rahmat dan berkah ini tiba. Beberapa organisasi sayap seperti Garnita Malahayati, Garda Pemuda NasDem, pengurus-pengurus wilayah dan daerah, juga telah melaksanakan hal serupa. Semuanya semata-mata demi menumbuhkan semangat persaudaraan di antara sesama. Mengikuti semangat tersebut, Fraksi Partai NasDem (Fraksi NasDem) juga akan menggelar acara serupa. Melanjutkan apa yang sudah dilakukan tahun kemarin, acara buka puasa bersama yang akan diselenggarakan tanggal 19 Juni 2017 ini mengambil tempat di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Wanita Tangerang. LP ini adalah LP yang khusus diisi oleh kalangan wanita dan anak-anak. Tentu saja bukan tanpa alasan Fraksi NasDem kembali memilih tempat ini. Sebagaimana tahun kemarin yang melangsungkan buka puasa bersama di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Fraksi NasDem ingin berbagai kebahagiaan dengan penghuni LP Anak Wanita di Tangerang pada Ramadan kali ini. Mengapa memilih LP? Fraksi melihat, mereka yang dipandang kurang beruntung bukan saja kaum fakir dan miskin atau kalangan yatim piatu saja. Rasanya, sudah banyak kalangan yang mengulurkan derma dengan belas kasihnya kepada kalangan tersebut. Adapun mereka yang tengah berada rumah tahanan maupun lembaga pemasyarakatan adalah kalangan yang agaknya kurang mendapatkan perhatian semacam itu. Stigma sebagai pesakitan atau sampah masyarakat tentu menjadi beban tersendiri bagi mereka. Sadar atau tidak sadar, masyarakat – dan juga kita – pada umumnya akan menempelkan stigma itu kepada mereka. Parahnya, stigma itu tidak akan luntur jika pun mereka telah menjalani masa hukumannya. Mungkin benar mereka layak mendapatkan balasan itu. Sebagian mungkin menyebut itu sebagai hukuman sosial bagi mereka. Namun justru itulah letak ‘kefakiran’ mereka. Mereka fakir pengakuan dari masyarakat luar. Bukankah di beberapa film kita sering melihat bagaimana kaum narapidana lebih takut dengan dunia luar ketimbang dunia penjara? Buka puasa bersama warga LP adalah sebentuk pengakuan terhadap keberadaan mereka dari Fraksi NasDem. Inilah rasanya bentuk kasih sayang terindah yang ingin diberikan oleh Fraksi di bawah kepemimpinan Viktor Laiskodat ini. Inilah sapaan tulus kepada mereka sebagai tanda bahwa mereka tidak sendiri, tidak dikucilkan, dipinggirkan, apalagi ditiadakan. Itulah mengapa tema buka puasa bersama kali in mengambil tema, “Menjalin Kasih, Merekat Persaudaraan untuk Restorasi Indonesiaâ€Â. Dalam acara buka bersama yang akan dimulai pukul 15.30 WIB ini, berbagai pagelaran akan disajikan oleh warga LP. Mereka antara lain akan menyuguhkan qasidah, vocal group, tarian, pembacaan puisi dan stand up commedy. Mereka juga akan menggelar bazar sederhana berisi produk-produk hasil keterampilan warga LP. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh Temon, komika yang dikenal dengan banyolan-banyolan nakalnya, serta siraman rohani dari Imam Masjid Hasyim Asyari di Daan Mogot Tangerang, KH Jufri Yakub. Gelar buka puasa Fraksi NasDem dengan warga LP Anak Wanita Tangerang ini rencananya akan dihadiri oleh segenap pimpinan dan anggota Fraksi NasDem, Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Banten, dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi.