Jakarta – Presiden Joko Widodo membuka agenda Rapat Kerja Nasional III Partai NasDem dalam rangka konsolidasi pemenangan Pilkada 2015, di Planary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (21/09). Dalam pidato sambutannya, presiden menekankan bahwa pembangunan Indonesia harus berorientasi pada pembenahan infrastruktur secara masif. Oleh karena itu, anggaran Infrastruktur dinaikkan 10 persen untuk anggaran 2016 dengan besaran lebih dari 700 triliun. Dalam kerangka ini, Presiden menegaskan hendaknya calon kepala daerah (cakada) yang diusung Partai NasDem menjadi abdi negara, yang senantiasa membangun sarana dan prasarana penunjang sebagai stimulan perputaran roda ekonomi daerah. “Calon kepala daerah dari partai nasdem ini harus berani menuntaskan permasalahan infrastruktur daerah supaya harga-harga bisa murah,” tandasnya. Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dalam pidato sambutannya menyampaikan penegasan sikap untuk mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK. Dalam hemat Surya Paloh, dukungan itu penting untuk mengoptimalkan Revolusi Mental, yang diyakini mampu merubah pola pikir masyarakat ke arah lebih baik. Menurutnya, Revolusi Mental memiliki berbagai kemiripan eksplisit dan implisit dengan Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia yang menjadi gagasan politik Partai NasDem. “Kalau kita berbicara Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia, ya itu adalah Revolusi Mental. Dan revolusi mental itu adalah Restorasi Indonesia. Politik gagasan yang mirip,” tegas Surya Paloh. Selain itu, Surya Paloh juga menekankan posisi Partai NasDem dalam kondisi prima untuk mendorong pemerintah. Misalnya saja, ia menyinggung kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tidak menentu adalah bagian dari tren global yang tidak bisa dihindari. Ia mengimbau masyarakat tidak menyikapi berlebihan, dan secara bersamaan pemerintah juga wajib menjelaskan kondisi perekonomian yang sebenarnya. Semua paket ekonomi yang dikeluarkan pemerintah akan didukung sepenuhnya oleh Partai NasDem. “Sementera pemerintahan Jokowi-JK melakukan upaya-upaya dalam sebuah kebijakan. Stabilitas ekonomi harus diiringi dengan stabilitas politik, maka dalam hal inilah partai nasdem sebagai partai yang mendukung sepenuhnya segala kebijakan pemerintahan Jokowi-JK,” papar pria kelahiran Aceh ini. Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem yang juga Ketua Tim 7 Enggartiasto Lukita, menguraikan optimismenya di hadapan 255 cakada dan ribuan pengurus DPD dan DPW NasDem yang hadir. Dalam paparannya, Pilkada 2015 disebut momen paling tepat bagi Partai NasDem untuk menunjukkan kualitas para kadernya dalam mengemban amanah rakyat. Sebagai langkah kongkrit, Enggar menyinggung langkah Partai NasDem yang enggan mengusung cakada berwatak korup. Itu sudah menjadi komitmen politik sesuai arahan partai “Sebagai partai politik baru dalam perpolitikan Indonesia, NasDem ingin membawa angin pembaharuan, yaitu membawa idealisme dan cita-cita luhur para pendiri partai berdampingan dengan kehendak rakyat. NasDem adalah partai terbuka yang berdampingan dengan partai-partai yang memiliki visi dan misi yang sama yaitu membawa negara yang tercinta Indonesia berdaulat. Juga tidak mengusung pasangan calon yang tidak memiliki masalah hukum, karena masyarakat sudah begitu skeptis terhadap pimpinan daerah yang memiliki watak koruptif,” tegasnya Setelah penyampaian ketiga pidato di atas, acara Rakernas Partai NasDem secara simbolis dibuka Presiden Jokowi. Sorak-sorai ribuan kader Partai NasDem dari seluruh membahana seiring dentum suara gong yang diayun oleh presiden.