Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Amelia Anggraini mempertanyakan keseriusan BKKBN mengenai pendataan keluarga tahun 2015 yang tidak terolah. Padahal, pemutakhiran basis data keluaran indonesia di tahun 2016 semakin meningkat. Dalam pendataan keluarga yang disampaikan oleh Kepala BKKBN, untuk tahun 2015 hanya 85,30 persen data yang terolah dari 92,48 persen data yang ada. Artinya, kata Legislator NasDem Jawa Tengah VII ini, terdapat 7,8 persen data yang tidak terolah. "Apa hasil evaluasinya, apa dibiarkan begitu saja tidak diolah. Karena data keluarga ini sangat penting ya supaya perbaikan program dan kebutuhan lainnya," ungkapnya saat RDP dengan BKKBN, Selasa (30/5). Kemudian, terkait dengan keterlambatan pengolahan data tahun 2016, menurutnya harus dipertanggungjawabkan oleh BKKBN. Karena ini berkaitan dengan kontribusi BKKBN terhadap program KKBPK. Selain itu, proses integrasi data PK 2015 dengan Kemendagri dan Kementerian PU Pera juga mendesak dilakukan. "Saya khawatir akan terjadi perlambatan yang makin dalam proses integrasi data tersebut," pungkasnya.