DPR Monitor Perkembangan Kawasan Labuan Bajo

14 APRIL 2021, 06:21:21 WIB 2 MENIT BACA 1186
DPR Monitor Perkembangan Kawasan Labuan Bajo

LABUAN BAJO (14 April): Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung mengatakan, Komisi VI DPR RI ingin mendapatkan gambaran perkembangan ekonomi secara umum di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Martin mengemukakan itu saat memberikan sambutan pada pertemuan Tim Komisi VI DPR RI dengan staf khusus Kementerian BUMN, Dirut PT Pelindo III, Dirut PT Wijaya Karya, Dirut ITDC, Dirut ASDP, dan Dirut PT Pembangunan Perumahan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (12/4).

“Kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ini untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan perkembangan pembangunan kawasan Labuan Bajo secara khusus yang merupakan salah satu destinasi pariwisata superprioritas nasional dan perkembangan ekonomi di NTT secara umum,” ujar Martin.

Selain itu, ujar Legislator NasDem tersebut, Komisi VI DPR RI juga ingin mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian NTT.

"Sejak adanya pandemi Covid-19, maka kita juga ingin memonitor apa dampak Covid-19 secara khusus terhadap perekonomian NTT ini dan kawasan Labuan Bajo,” katanya.

Martin mengatakan secara nasional pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi hingga minus 2,07%. Ia berharap ke depan bisa positif di kisaran nol.

“Karena memang NTT secara kumulatif tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,83 persen, masih di atas rata-rata nasional,” kata Legislator NasDem itu lagi.

Wakil rakyat dari dapil Sumatera Utara II (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Nias Selatan, Samosir, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat) itu menjelaskan, selama tahun 2020 kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo hanya mencapai 44.543 orang atau turun sebesar 82% dibandingkan kunjungan wisatawan di tahun 2019.

Martin meminta kerja sama seluruh stakeholder untuk memperhatikannya karena jumlah kunjungan wisatawan ini sangat jauh dan akan sangat berdampak kepada perekonomian NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Martin juga mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan terhadap bencana longsor di Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.

“Kami juga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan keprihatinan yang mendalam atas bencana di Adonara, Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan itu bisa meringankan beban yang ditanggung oleh para korban dan tentunya kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga para korban jiwa mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya,” kata Martin. (dpr.go.id/*)