Jakarta - Pengembangan energi tidak hanya terfokus dalam memenuhi kebutuhan energi nasional semata. Tetapi juga bagaimana tetap menjaga sumber energi dunia, salah satunya dengan mengkonservasi lingkungan dan hutan. Hal ini yang disampaikan Anggota Komisi VII Fraksi Partai NasDem Kurtubi saat menghadiri  the 6th Global Botanic Gardens Confrence (Konferensi Kebun Raya Sedunia ke-6) di Gedung GIGG Jenewa, beberapa waktu lalu.  Salah satu issue krusial yang menjadi pembahasan konfersensi tersebut tentang Global Strategy for Plant Conservation. Dalam kesempatan tersebut, Kurtubi menjelaskan bahwa di Komisi VII yang membidangi sumberdaya alam dan mineral tidak hanya membahas terkait energi yang dihasilkan dari sumber fosil saja tetapi persoalan konservasi hutan dan lingkungan juga menjadi pembahasan dalam sidang-sidang rapat Komisi VII DPR RI. Hal ini karena salah sat kementerian yang bermitra dengan Komisi VII adalah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. “Pertemuan ini sangat berarti sekali buat kelesatarian hutan seluruh dunia, khususnya Indonesia,†kata Kurtubi melalui pesan singkat di sela kegiatan yang berlangsung pada 26-30 Juni 2017. Secara geografis seperti data Kementerian Kehutanan dan dan Lingkungan Hidup yang dirillis 2015 lalu, Indonesia memiliki hutan yang cukup luas yakni 134 juta hektar, dimana luas hutan tersebut merupakan 70 persen dari daratan Indonesia. “Tentunya dengan luas hutan itu, Indonesia menjadi salah satu jantung yang sangat berarti bagi dunia. Maka saya mendukung penuh agar setiap daerah memiliki Kebon Raya dan berdiri pusat-pusat konservasi seperti Bogor,†ujar legislator dapil Nusa Tenggara Barat Apalagi, lanjutnya pada 2017 lalu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah sukses merintis pembangunan kebun bibit sebagai pusat koservasi di Kebon RayaJagatnatha, Kabupaten Jembrana, Bali. Maka dia berharap program konservasi ini juga bisa berjalan sukses di Kebon Raya Lombok Timur, NTB. “Saya sebagai putra daerah berharap dukungan dari Pemda Lombok Timur. Agar rencana ini bisa juga dilaunchingkan pada tahun 2018.  Kami di Komisi VII siap akan mendukung penuh pembangunan pusat konservasi di Kebon Raya Lombok Timur,†pungkasnya.