Harus Ada Kolaborasi Pemerintah-Masyarakat Atasi Karhutla

01 AGUSTUS 2021, 01:10:17 WIB 2 MENIT BACA 1176
Harus Ada Kolaborasi Pemerintah-Masyarakat Atasi Karhutla

SINTANG (1 Agustus): Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania mendorong kewaspadaan semua pihak terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar) yang memiliki lahan gambut.

"Pengalaman-pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pijakan dalam mengambil langkah dan penanganan mengatasi karhutla bersama masyarakat tentunya," ujar Yessy saat melakukan kunjungan kerja di Masyarakat Adat Ansok, Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, Sintang, Kabupaten Sintang, Kalbar, Sabtu (31/7).

Legislator NasDem itu berpesan kepada masyarakat adat sekaligus polisi, TNI, dan petugas karhutla, agar lebih humanis dalam bertindak di lapangan.

"Ayo lebih mengedepankan edukasi dan kolaborasi bersama masyarakat," ajak dia.

Menurut Yessy, komunikasi yang baik dengan masyarakat adat dan masyarakat sekitar hutan juga perlu dijalin sebaik mungkin.

"Misalnya ketika sedang patroli mendapati ada spot api di area masyarakat, jangan langsung dibawa ke kantor polisi atau ditangkap," terangnya.

Hal tersebut karena sudah ada Pergub/Perbub terkait karhutla yang mengatur jika ada kesalahan/miss di lapangan sebaiknya dirembuk, dimusyawarahkan, dan diselesaikan dengan cara-cara adat.

Kendati demikian, wakil rakyat dari dapil Kalbar II (Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Melawi) itu mengatakan masyarakat adat tidak perlu takut menjalankan tradisi Bauma, bisa tetap dilakukan dengan sekat batas bakar dan luas lahan di bawah dua hektar.

"Apinya juga mohon dikendalikan agar tidak menyebabkan kebakaran. Terlebih lahan kita ini, kebanyakan lahan gambut terbakar bisa sampai dalam. Jadi mohon diperhatikan baik-baik," katanya.

Yessy yakin penanganan karhutla di Kalbar bisa diantisipasi dan ditanggulangi dengan sinergitas, partisipasi dan kolaborasi semua pihak.

"Mari terus jaga hutan kita tetap lestari dan terus jadi paru-paru dunia," pungkasnya.(RO/*)