Irma Chaniago Sambangi Demonstran, "Jangan Terprovokasi"

25 OKTOBER 2015, 22:11:15 WIB 3 MENIT BACA 1112

Pekerja PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (PT JLJ) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (22/10/2015) disambangi oleh Irma Suryani Chaniago, Kapoksi Komisi XI Fraksi Partai NasDem.

Irma datang menemui para buruh Serikat Karyawan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (SK JLJ) yang selama dua (2) hari kemarin berunjuk rasa di depan gerbang gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, terkait persoalan yang dihadapi para karyawan kontrak PT JLJ yang kabarnya akan diputus kontraknya dan dialihkan ke perusahaan penyalur baru.

Sebelumnya, perwakilan SK JLJ dan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) memasuki gedung DPR RI, guna menemui komisi IX untuk audiensi. Adapun perwakilan buruh sebanyak tujuh (7) orang tersebut adalah Sabda Pranawa Djati, Adityawan, Afriansyah, Ardian, Zailani, Hadi dan Heliyanto.

Anggota DPR-RI perwakilan Komisi IX Dapil Sumatera Selatan II, Irma Suryani Chaniago yang keluar menemui para buruh menghimbau agar supaya pengunjuk rasa menjaga ketertiban, karena kemungkinan berhadapan dengan masyarakat.

“Kawan-kawan di sini hadir untuk unjuk rasa, sudah didasari dengan undang-undang, dimohon jangan mau terprovokasi, tolong digarisbawahi,” ujar Irma.

“Saya secara pribadi, serta kami dari Komisi IX akan berupaya mengawal untuk menindaklanjuti. Komisi IX akan memfasilitasi ini dengan seadil-adilnya. Kemudian, kita juga akan menyampaikan kepada Kementerian Tenaga Kerja agar untuk tiap permasalahan tidak selalu dimasukkan ke dalam Pengadilan Hukum Industri (PHI),” karena hampir 60% buruh selalu dikalahkan dlm sidang PHI, dan dari 40% yg di menangkan buruh hanya 20% yg bisa di eksekusi ujarnya di hadapan para karyawan PT JLJ dan ASPEK Indonesia, di depan gerbang DPR RI yang ia sambangi, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Ia pun menyampaikan bahwa PHI tidak cepat, tidak mudah, tidak murah, dan nantinya juga PHI masuk untuk direvisi undang-undangnya.

“Harapannya agar nanti bisa masuk dalam keputusan-keputusan yang berkeadilan. Agar penyelesaian tiap masalah dengan Pengadilan Hukum Industri (PHI),” jelasnya.

Kemudian, Irma Chaniago yang juga merupakan aktivis buruh mengatakan, “Saya sama dengan kalian. Saya juga ‘buruh’ walaupun upah dibayarkan dari negara. Saya juga Buruh. Hidup Buruh..!!! Hidup Buruh.. !!” teriak Irma di kerumunan massa aksi unjuk rasa.

Selanjutnya Irma Chaniago menjelaskan kepada pewarta di lokasi unjuk rasa, bahwa ia nanti akan mengirim surat ke Menteri Tenaga Kerja, Menteri BUMN, Pihak Manajemen PT JLJ , juga Menteri Dalam Negeri, supaya bisa bersinergi dengan membantu persoalan ini agar tidak berlarut-larut.

“Ini tidak bisa hanya satu kementerian saja. Karena ini ada kaitannya dengan Menteri Tenaga Kerja dan BUMN,” tambahnya.

“Koordinasi ini penting, agar bisa diselesaikan. Kita perlu data dari pihak manajemen PT JLJ dan kawan-kawan serikat, supaya datanya bisa dicompare secara berkeadilan. Jadi gak ada yang terzolimi. Jika datanya lengkap bisa diperjelas secara normatif,” tandasnya