Jakarta – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta mengetatkan pengawasannya menyusul banyaknya kasus bahan pangan berbahaya yang beredar di masyarakat. Hal ini seperti disampaikan oleh anggota Komisi IX dari Fraksi NasDem Ali Mahir. “Saya berharap pihak BPOM dalam waktu dekat, terutama jelang hari besar (Ramadhan dan Idul Fitri), agar lebih ekstra dalam pengawasan baik dalam bentuk makanan (pangan jajan) ataupun bungkusan parsel yang tidak menutup kemungkinan terdapat bahan atau barang berbahaya,” pintanya saat dihubungi via saluran telepon, Kamis (11/6). Lebih lanjut, Ali ini menekankan perlunya peran serta warga dalam program pengawasan peredaran bahan makanan oleh BPOM. Khususnya peredaran bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya. “Keterlibatan masyarakat tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi, informasi dan edukasi. Pihak BPOM juga perlu membangun kerja sama dengan mitra pemangku kepentingan (stakeholder),” papar Ali. Selain soal pelibatan masyarakat, legislator asal dapil Jateng II, juga menaruh perhatian terhadap regulasi BPOM dalam hal pemberian izin edar makanan dan obat-obatan. “Dalam penguatan regulasi, perlu juga dibuatkan regulasi kepada pelaku usaha untuk dapat menentukan standar atau pedoman dalam pengawasan makanan dan obatan yang mereka (pelaku usaha) jual serta edarkan kepada masyarakat.” katanya. Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat komisi IX dengan BPOM, Senin (8/6), Ali menyampaikan bahwa pengawasan peredaran makanan, tidak hanya dapat dilakukan dalam bentuk pengawasan di lapangan. “Perlu juga adanya penguatan terhadap keberadaaan laboratorium BPOM dengan disertai peningkatan kuantitas maupun kualitas SDM yang bertugas di setiap laboratorium-laboratorium tersebut,” pungkasnya.