Julie Laiskodat Perjuangkan Kesejahteraan NTT dari Garam hingga Wisata

09 JULI 2026, 03:42:08 WIB 2 MENIT BACA 35
Julie Laiskodat Perjuangkan Kesejahteraan NTT dari Garam hingga Wisata

JAKARTA (9 Juli): Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Daerah Kepulauan dari Fraksi Partai NasDem DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat,  mengungkapkan bahwa garam hasil produksi di Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan garam dengan kualitas terbaik.  Sayangnya, menurut Julie, infrastruktur di wilayah tersebut kurang mendukung untuk mengembangkan garam lebih luas lagi.

"Jadi lucunya, NTT punya garam dengan kualitas terbaik, tapi garam di dapur rumah justru dari Jawa. Padahal kan NTT punya garam terbaik," ungkap Julie saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus RUU Daerah Kepulauan dengan Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kependudukan dan Ketenagakerjaa, serta Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Lebih jauh Julie yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR itu memaparkan, saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, bertemu dengan gubernur dan 22 bupati/wali kota se-NTT. Dalam kesempatan tersebut, diketahui bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) melakukan intervensi terhadap garam.

"Garamnya kualitas terbaik, tapi infrastrukturnya masih kurang memadai sehingga untuk produksi garam semuanya jadi serba mahal dan harganya tidak bisa bersaing. Maka diusulkan agar di wilayah tersebut dibangun pabriknya," terang Julie.

Menurut legislator NasDem dari Dapil NTT I itu, kondisi tersebut  sangat ironis dan cukup menyedihkan. Oleh karenanya, Julie mengusulkan kepada Bappenas agar membuat program yang konkret dan menyeluruh. Bukan di atas kertas saja.

Dalam kesempatan tersebut, Julie juga mengutarakan Undang-Undang Pariwisata untuk daerah kepulauan.  Menurutnya, wisata laut di wilayah NTT sangat besar potensinya untuk dikembangkan. 

Menurutnya, destinasi wisata menjadi magnet bagi wisatawan yang tidak perlu dibayar tapi malah mengeluarkan uang untuk datang ke tempat wisata.

"NTT punya Labuan Bajo, Pulau Sabu dengan pesona alam yang eksotis dan budaya megalitikumnya, tapi fasilitasnya  belum cukup untuk mendatangkan wisatawan dengan nyaman berada di sana," papar Julie.

Julie pun membandingkan  dengan Korea Selatan. Saat mengunjungi Pulau Jeju, salah satu lokasi syuting drama Korea, Julie mengisahkan fasilitas yang ditemuinya di sana.

"Kita bisa menikmati hotelnya, ikannya bisa kita makan, dan semuanya menurut saya di pulau itu seperti ada otonomi khusus untuk pariwisata. Nah, NTT yang memiliki potensi wisata demikian besar, mengapa tidak diberikan otonomi khusus pariwisata," ungkap Julie.

Julie pun mengusulkan kepada Bappenas agar potensi yang dimiliki NTT bisa dikembangkan lebih jauh agar hasilnya bisa untuk kesejahteraan masyarakatnya. (minarni/*)